Dengan pengawalan ketat petugas, element masyarakat yang tergabung dalam gerakan rakyat untuk demokrasi dan keadilan menggelar aksi di depan kantor KPU DIY di jalan timoho kota Yogyakarta. Dalam aksinya, massa memprotes dugaan berbagai kecurangan pemilu 2024.

Massa juga menggelar aksi teatrikal dengan mengenakan seragam sekolah dasar, dan membuka kelas belajar matematika sebagai bentuk sindiran, kepada lembaga KPU yang dinilai tidak mampu berhitung secara benar.

Hasil perhitungan pemilu yang sarat akan kecurangan, dinilai telah sangat mencederai sistem demokrasi tanah air yang selama ini telah berjalan secara baik.

Koordinator aksi, Agus Sunandar  mengatakan, aksi protes dengan berseragam sekolah dasar dan membuka kelas belajar matematika ini, sebagai cara untuk mengajari kembali lembaga KPU bagaimana cara berhitung yang benar.

“datang ke kantor KPU untuk menyampaikan aspirasi keprihatinan kami, bahwa pemilu kali ini benar-benar pemilu yang sangat gila. Dimana kecurangan-kecurangan sangat nyata sekali di depan kita, dan ini kami sebagai rakyat Jogja yang pro demokrasi dan penjaga konstitusi tidak terima dengan hasil pemilu seperti ini. Ini bukan masalah paslon 01, 02 atau 03, tetapi ini adalah bagaimana kita menjaga demokrasi Indonesia, bagaimana kita menjaga konstitusi. Inilah aspirasi kami, ini sebagai bentuk dari performa kami, bahwa kami perluh mengajari kepada KPU seluruh Indonesia untuk belajar kembali matematika SD”. Ujar Agus Sunandar, koordinator aksi.

Dalam aksi ini, massa aksi turut memberikan sejumlah buku pelajaran matematika kepada ketua KPU DIY, sebagai bentuk pengingat dan simbol untuk mengawal perhitungan suara secara benar.

“baik, terima kasih kami mengucapkan, menyampaikan atas nama KPU DIY kepada seluruh peserta aksi. Ini sebuah bentuk kepedulian masyarakat Yogyakarta terhadap penyelenggaraan pemilu 2024. Bahwa pemilu itu bukan hanya mencoblos di TPS, tetapi justru setelah itu masyarakat juga mengawal proses pemilu sampai tuntas. Dan hari ini masyarakat Yogyakarta menunjukan bahwa masyarakat Yogyakarta peduli untuk terus mengawali penyelenggaraan pemilu sampai dengan selesai nanti”. Ujar Ahmad Shidqi, ketua KPU DIY.

Aksi protes atas dugaan kecurangan pemilu ini, kemudian di akhiri dengan menyuarakan petisi yang menuntut pemilu 2024 khususnya pilpres kembali diulang.

Agung Ristiono, RBTV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *