Tidak banyak orangtua yang menyadari, bahwa sinar biru dan gelombang radiasi  yang berasal dari ponsel, bisa berdampak buruk untuk kesehatan mata dan syaraf anak. Ketika anak sering melakuan aktivitas di depan ponsel atau komputer, mengakibatkan mata lelah, mata kering bahkan menderita mata minus.

Dengan permasalahan itulah, diperlukan kepedulian orangtua untuk ikut membantu menekan angka kebutaan dan kerusakan mata di Indonesia.

Sebuah perusahaan swasta yang mempunyai visi mencegah resiko kebutaan permanen, belum lama ini mengadakan kegiatan donasi kacamata medis. Kacamata yang didonasikan, merupakan kacamata medis pertama dan satu-satunya didunia yang teruji klinis dan memiliki 8 teknologi yang terkandung didalamnya.

“Tujuannya ini untuk membantu para penderita Glaukoma, juga anak-anak yang berpotensi Glaukoma. Jadi kita ada 1jt frame kacamata yang kita bagikan ke masyarakat, khususnya Indonesia ada 1jt frame kacamata medis,” ujar Neni Isnaini, Duta Donasi.

“Sudut pandang saya masih jauh tapi buram, seperti pada saat kita ke Dieng dan sedang ada kabut. Setelah saya menggunakan kacamata medis menjadi lebih terbantu. Semoga saja berkah dan dapat mengurangi kondisi mata saya yang seperti ini,” ujar Isya Nur Nusanto, Penerima Donasi.

Program ini diberikan secara gratis untuk anak minus diatas 5 yang berusia 16 tahun kebawah. Dalam acara ini terdapat 100 anak yang mendapatkan kacamata medis ini.

Dengan kegiatan inI,  diharapkan dapat menyelamatkan generasi bangsa dalam mencapai cita-cita tanpa terkendala dengan kerusakan mata.

Kadir, RBTV. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *