Bupati Kabupaten Bantul Abdul Halim Muslih, memenuhi panggilan Bawaslu Bantul untuk kepentingan klarifikasi. Dalam klarifikasi ini Bupati Bantul kapasitasnya sebagai saksi dan sudah memenuhi panggilan.

Klarifikasi dilakukan oleh Bawaslu Bantul, beserta tim sentra penegakan hukum terpadu dari unsur Polres Bantul dan Kejaksaan Negeri Bantul. Klarifikasi ini ditujukan untuk mengumpulkan alat bukti yang menguatkan adanya pelanggaran dalam kegiatan yang digelar oleh Kementrian Pertanian, di Stadion Sultan Agung beberapa waktu lalu.

“Bagian dari mengumpulkan keterangan, beliau hadir sebagai Bupati, tentu beliau tahu kronologis dari situasi pada saat kegiatan Kementerian Pertanian. Kita menanyakan terkait hal-hal yang kemudian ada atau terjadi dalam kegiatan Kementerian Pertanian. Selain itu, ada juga panitia yang terlibat disana. Inikan prosesnya kamu mengumpulkan saksi sebanyak mungkin,” ujar Didik Joko Nugroho, Ketua Bawaslu.

Sementara Bupati Bantul usai memberikan klarifikasi di Bawaslu Bantul mengungkapkan, pada acara di Stadion Sultan Agung dirinya kapasitasnya sebagai Bupati yang diundang oleh panitia.

Bupati mengaku diundang oleh panitia dan secara simbolis menerima bantuan pupuk untuk para petani di Bantul, dan tidak tahu kalau caleg DPR RI yang dimaksud itu juga akan hadir di tempat itu. Kegiatan waktu itu murni semua di handle oleh tim Kementerian Pertanian, bahkan Kabupaten Bantul juga tidak mengeluarkan anggaran apapun.

“Pada acara itu, saya diundang sebagai Bupati Bantul. Saya diminta hanya diminta klarifikasi, terkait posisi saya sebagai Bupati dan posisi Pemerintah Daerah di dalam acara itu. Saya sampaikan kepada Bawaslu, bahwa acara itu diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Tempatnya di Bantul, di Lapangan Sultan Agung, dengan mengundang seluruh penyuluh pertanian, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, seluruh DI Yogyakarta,” ujar Abdul Halim Muslih, Bupati Bantul.

Delly, RBTV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *