Pertunjukan seni penuh makna filosofi ini diperankan oleh sejumlah guru seni SMA di-DIY. Yang diadakan di taman budaya Yogyakarta, dikemas sangat menarik.
Sebuah canvas besar menjadi titik utama pertunjukan ini dimana sebuah coretan sederhana akhirnya membentuk sketsa Tugu Yogyakarta.
Rahmadi Slamet Mulyana pencetus tema tugu semesta dalam pertunjukan ini mengungkapkan “Tugu semesta secara harfiah adalah persatuan guru seni SMA seluruh Yogyakarta” namun di balik itu juga mengandung makna filosofi yang cukup dalam.
Rahmadi Slamet Mulyana (Pencetus tema tugu semesta) mengatakan “Tugu semesta itu adalah persatuan guru seni SMA se Yogyakarta. Nah rangkaiannya seni Nya itu tadi menjadi harmonis harmonisasi, ini makna yang sesungguhnya. Di daerah istimewa Yogyakarta, sangat istimewa dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.
Kita juga ingin di support sebetulnya kalau kita di support ya seni budaya itu akan lebih luas akan lebih berkembang.
Rahmadin juga seorang guru menambahkan “kegiatan ini sebagai wujud kerjasama seluruh guru yang terlibat dalam gelar budaya ini, namun demikian berharap kedepan dapat di dukung oleh pemerintah DIY maka kegiatan ini dapat dipentaskan secara spektakuler dan menjadi icon Yogyakarta kota pendidikan dan budaya.”
Gelar budaya secara resmi dibuka wakil kepala dinas pendidikan DIY dan akan berlangsung sampai 13 November mendatang. Ratusan karya ditampilkan dalam pameran ini. Selain itu sejumlah musik juga ikut memeriahkan acara ini.
Suherman (Wakil kepala dinas pendidikan DIY) mengatakan “Mudah-mudahan ini menginspirasi guru yang lain juga para siswanya kalo gurunya dapat bersikap sangat baik tentunya siswa juga akan tampil sangat baik. Kami harapkan supaya nanti kota Yogyakarta menjadi kota pelajar, pariwisata, dan budaya betul-betul menjiwai seluruh siswa dan guru daerah istimewa Yogyakarta.
“Kita akan melaksanakan kegiatan selama 3 hari mulai tanggal 11 sampai 13 November di taman budaya Yogyakarta. Ini merupakan kerja bareng antara seluruh guru 4 kabupaten juga 1 kota Yogyakarta dan merupakan kolaborasi dengan para siswa” ujar Dwi Mas Agung Basuki, Ketua Panitia.
Tim Kabar Jogja/RBTV