Yogyakarta mejadi salah satu tempat yang sangat di sukai dan di kunjungi, oleh pengunjung dari luar daerah. Tak sedikit juga yang berasal dari luar negeri. Setiap hal menarik di Yogyakarta selalu membuat para pengunjung tidak pernah bosan ataupun sangat menikmatinya.

Titik nol kilometer menjadi tempat para wisatawan ataupun pengunjung mengabadikan momen indah bersama teman, saudara, atau keluarga dengan latar yang cantik. Tempat ini menjadi salah satu spot yang paling popular di Yogyakarta, pasalnya setiap hari tempat ini selalu ramai di kunjungi.

Dengan banyaknya pengunjung yang datang setiap harinya, membuat orang yang melihat sebagai pekerjaan dapat memanfaatkan titik nol sebagai sumber pendapatan. Beberapa fotografer titik nol atau biasa di kenal dengan Photographer 00 km, menyediakan layanan jasa foto dengan hasil yang lebih bagus. Salah satunya yaitu Jhon, seorang fotografer yang setiap hari berada di titik nol ini.

“Kami akan menawarkan jasa foto kepada par pengunjung atau biasa mereka juga yang akan meminta untuk difoto. Tetapi dalam waktu mencari orang yang ingin di foto, sama sekali tidak dapat atau menolak untuk di foto. Saya berada di sini setiap hari. Untuk biaya perfoto 5 ribu, jadi nanti di jepret yang banyak dan di pilih, yang tidak di pilih akan di hapus. Jadi, berapa foto yang di pilih, itu yang akan di bayar.” Ungkap Jhon, Street Photographer 00 km

Titik nol kilometer ini menjadi titik landmark yang di mana menjadi titik awal pengukuran jarak di Yogyakarta. Yang menjadi ketertarikan para pengunjung terhadap titik nol ini, karena adanya bangunan yang menjadi background ketika ingin mengambil gambar. Bangunan ini telah ada sejak zaman Hindia Belanda, tempat ini di kenal sebagai bangunan Kuno Kantor Pos Besar Yogyakarta.

Titik nol kilometer juga satu jalan dengan tempat ikonik dari Yogyakarta yaitu jalan Malioboro. Tentunya hal ini sangat di sukai pengunjung, karena dapat berjalan-jalan dan memutari sepanjang jalan Malioboro dan mendapatkan gambar yang cantik di titik nol kilometer.

Tidak ada tiket ataupun biaya masuk jika ingin berkunjung atau memasuki kawasan ini. Hanya untuk tempat parkir pengunjung harus membayar kendaraan yang di titipkan. Harga motor sendiri tiga ribu dan untuk harga mobil lima ribu.

Anjastikhatul Ainun, RBTV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *