Sebagai lembaga kemanusiaan yang senantiasa melayani masyarakat, Palang Merah Indonesia (PMI) kota Yogyakarta, menggelar Muskerkot 2024. Muskerkot di gelar guna merancang program kerja sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Pesatnya perkembangan teknologi informasi, telah mendisrupsi sebagai aspek dalam kehidupan, PMI kota Yogyakarta menggelar Muskerkot 2024, yang diikuti perwakilan pengurus PMI dari seluruh kemantren (kecamatan) se-kota Yogyakarta.
Dalam kepungurusannya, PMI kota Yogyakarta di tuntut untuk membuat program kerja yang kreatif dan inovatif, dengan tetap mengedepankan aspek 7-K yakni, kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan.
Pelaksana tugas ketua PMI kota Yogyakarta, Haka Astana mengatakan, sampai saat ini PMI kota Yogyakarta terus meyakinkan publik untuk menggunakan jasa PMI kota.
Saat ini diakui Haka Astana, PMI kota bisa memberikan layanan 4.200 kantong darah dalam sebulan untuk masyarakat dengan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan. Haka juga menyampaikan hasil audit dari kantor jasa akuntan publik dalam satu tahun terakhir, saat dirinya bersama kepengurusan baru memimpin PMI kota Yogyakarta.
“Dalam rangka mengejar akreditasi klinik, akreditasi UGD dan CPOB UGD, kami harus bekerja keras berasama dengan rekan-rekan pengurus staff, untuk mencukupi baik manajemen, sumber daya manusia, fasilitas, dan yang hal-hal yang mendukung lainnya.” Ungkap Haka Astana, PLT ketua PMI kota Yogyakarta
Dengan digelarnya Muskerkot ini, diharapkan dapat memberi informasi apa yang telah dikerjakan kepala masyarakat, termasuk mengedepankan prinsip akuntabilitas sesuai dengan 7-K prinsip kepalangmerahan.
Agung Risiono, RBTV.