Ribuan umat Hindu dari DIY minggu siang mendatangi pantai Parangkusumo Kretek Bantul. Dengan menggunakan busana adat, mereka akan mengikuti upacara melasti menjelang catur brata penyepian. Melasti merupakan saran penyucian diri dan alam, buana alit dan buana ageng sebelum memasuki tahun baru saka 1946.

Catur brata penyepian akan dilakukan pada 11 maret mendatang bersamaan dengan bulan suci Ramadhan, sehingga diharapkan akan menjadi momentum untuk saling menghormati dan mendukung antara umat beragama di Indonesia. Upacara melasti dipimpin oleh Ida Begawan Putra Manuaba bersama dengan Ida Begawan Dalem Manik.

“seluruh pura di DIY, kalau lihat disana itu ada beberapa spanduk. Itu adalah kalau istilahnya yang melinggih di sana, yang beristana. Kita bawa ke sigaruk, nanti ada namanya kan bawah tanah ya, tanah dari pura masing-masing. Nanti di buang ke laut dan kita bersihkan. Sehingga kalau sudah menghadapi atau menyongsong hari raya nyepi, itu semua bersih”. Ujar I Wayan Suardana, ketua panitia Nyepi 1946.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, yang hadir dalam upacara melasti  dalam sambutanya mengharapkan, agar kerukunan antar umat beragama di kabupaten Bantul terus mengalami peningkatan. Pemerintah daerah berupaya untuk memberikan dukungan penuh bagi umat beragama, dalam menjalankan kewajiban agama mereka secara baik.

Hak-hak umat beragama dijamin oleh undang undang dan pemerintah memiliki kewajiban untuk mewujudkanya dalam bingkai harmonisasi antar umat beragama.

Delly, RBTV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *