Karanganyar – Turnamen sepak bola mungkin sudah menjadi agenda tahunan di bulan kemerdekaan. Namun, ada yang berbeda di Desa Gajahan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Para bapak-bapak di salah satu RW di desa tersebut mengikuti lomba sepak bola dengan aturan yang tidak biasa: semua pemain harus mengenakan daster dan berdandan sebelum turun ke lapangan.

Kegiatan unik ini menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tak hanya pemain, para official dan bahkan wasit pun tampil mengenakan daster, lengkap dengan riasan wajah yang mencolok.

Tingkah laku para peserta yang tampil total dalam berdaster dan berdandan ini sontak mengundang gelak tawa dari para penonton. Suasana pertandingan berubah menjadi penuh canda dan tawa, menjadikan lomba ini tidak hanya sebagai ajang olahraga, tapi juga hiburan warga.

Menurut Ketua RW setempat, Heru Tetuko, lomba ini sengaja dikemas secara unik dan menyenangkan. Tim-tim yang bertanding dibentuk berdasarkan hasil undian, agar para peserta bisa saling mengenal lebih akrab dan mempererat persatuan warga.

“Hadiah lombanya sederhana saja, tapi keseruannya luar biasa. Ini bukan soal menang atau kalah, tapi bagaimana warga bisa guyub dan bahagia bersama,” ujar Heru Tetuko.

Meskipun hadiah yang diberikan tidak besar, namun semangat dan antusiasme warga sangat tinggi. Tidak hanya peserta yang merasakan keseruan, penonton dan seluruh warga Desa Gajahan pun turut larut dalam kegembiraan.

Lomba ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan bisa dirayakan dengan cara yang sederhana, kreatif, dan penuh tawa.

Rizki Budi Pratama – RBTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *