Solo – Tradisi budaya dan upaya pelestarian lingkungan hidup berpadu harmonis dalam acara Festival Gethek dan Tradisi Tebar Mina yang digelar di Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang penuh makna.

Puluhan warga tampak antusias menyusuri aliran Sungai Bengawan Solo menggunakan gethek, yaitu perahu yang terbuat dari bambu. Keunikan acara ini semakin terasa karena perahu-perahu tersebut dihiasi dengan pernak-pernik bernuansa kemerdekaan, menjadikannya tontonan menarik sekaligus bentuk apresiasi terhadap budaya lokal.

Festival Gethek menjadi salah satu bagian utama dari rangkaian Tradisi Tebar Mina. Sebanyak 17 perahu hias menyusuri sungai dan disambut meriah oleh warga saat tiba di dermaga baru kawasan Pucangsawit. Sorak sorai serta semangat gotong royong mewarnai suasana.

Pada puncak acara, warga bersama-sama melepas benih ikan ke sungai serta burung tekukur ke udara. Aksi simbolis ini menjadi pesan kuat tentang pentingnya menjaga keseimbangan dan kelestarian ekosistem, khususnya di wilayah yang dulunya kerap terdampak banjir saat musim hujan.

“Acara ini menjadi refleksi akan fungsi vital Bengawan Solo di masa lalu sebagai jalur transportasi warga, sekaligus ajang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga sungai kita,” ujar Budi Murtono, Sekretaris Daerah Kota Surakarta.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya dan lingkungan, kegiatan ini juga menunjukkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, warga, dan komunitas lokal dalam menjaga warisan sungai tertua di Jawa tersebut.


Jika kamu butuh versi narasi berita TV, siaran pers, atau kont

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *