Menjelang bergulirnya kompetisi BRI Super League musim 2025–2026, PSIM Jogja masih belum mendapatkan kepastian mengenai homebase yang akan digunakan. Drama panjang seputar pengajuan izin penggunaan Stadion Maguwoharjo, Sleman, akhirnya diungkap oleh manajemen Laskar Mataram.

Direktur Utama PSIM Jogja, Yuliana Tasno, dalam kegiatan media gathering menjelaskan secara rinci proses panjang pencarian kandang bagi PSIM untuk menjalani kompetisi kasta tertinggi Liga Indonesia. Hingga saat ini, PSIM belum memiliki kepastian stadion setelah Stadion Mandala Krida tidak lolos verifikasi dan terlibat dalam permasalahan hukum.

Pada awalnya, PSIM telah mengajukan beberapa stadion di wilayah DIY dan Jawa Tengah sebagai alternatif homebase. Namun, pertemuan dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada 10 Juni lalu mengubah arah pencarian. Dalam pertemuan tersebut, Sultan memberikan mandat agar PSIM tetap menggunakan stadion di wilayah DIY, khususnya Stadion Maguwoharjo.

Mandat tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh manajemen PSIM dengan mengajukan permohonan resmi kepada Bupati Sleman pada 23 Juni 2025. Namun, pihak Bupati Sleman memberikan dua syarat utama agar izin penggunaan Stadion Maguwoharjo dapat diberikan. Pertama, PSIM harus memperoleh dukungan tertulis dari warga sekitar stadion. Kedua, harus ada surat dukungan resmi dari suporter PSS Sleman.

Hingga kini, karena belum ada kejelasan lebih lanjut mengenai pemenuhan syarat-syarat tersebut, manajemen PSIM Jogja memutuskan untuk mengalihkan rencana homebase ke Stadion Sultan Agung, Bantul, sebagai langkah alternatif.

“Kami masih menunggu kepastian dari Sleman, tetapi kami juga tidak bisa menunggu terlalu lama. Maka dari itu, saat ini kami sedang mempersiapkan opsi bermain di Stadion Sultan Agung,” ujar Yuliana Tasno.

Keputusan ini diambil agar tim dapat segera melakukan persiapan yang matang menjelang kompetisi yang semakin dekat.

AGUNG, RBTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *