BANTUL-Luas lahan kritis di Daerah Istimewa Yogyakarta tercatat mencapai sekitar 72 ribu hektare. Lahan tersebut perlu segera diatasi untuk mencegah potensi bencana alam.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, menyatakan bahwa lahan kritis tersebut terdistribusi di berbagai wilayah, mulai dari daerah dataran rendah hingga wilayah pegunungan.
Menurut pendapatnya, partisipasi masyarakat adalah faktor penting dalam mempercepat pemulihan lahan, agar tidak berubah menjadi ancaman bencana bagi masyarakat.
DLHK DIY bekerja sama dengan berbagai kelompok masyarakat untuk menangani lahan kritis, salah satunya melalui penanaman pohon keras dan tanaman buah. Setiap tahunnya, ditargetkan setidaknya 100 hektare lahan kritis dapat dipulihkan.

Kusno Wibowo, Kepala DLHK DIY (Sumber foto: Kabar Jogja RBTV)
“Mengenai lahan yang masih terdampak kekeringan terdapat sekitar 72 ribu hektar. Syukurlah, setiap tahun kita telah mulai melakukan penanaman, bekerja sama dengan masyarakat dan berbagai lembaga untuk memulihkan lahan tersebut,” ungkap Kusno Wibowo, Kepala DLHK DIY.
Ketua DPC Pemuda Panca Marga Bantul, Agus Subagyo, menjelaskan bahwa berbagai bencana alam yang terjadi di berbagai daerah menjadi pengingat akan pentingnya melakukan upaya pencegahan sejak dini. Sejak tahun 1995, Pemuda Panca Marga secara konsisten melaksanakan penanaman pohon di area-area lahan yang kritis.

Agus Subagyo, Ketua DPC PPM Bantul (Sumber foto: Kabar Jogja RBTV)
“Kita menanam 1000 pohon hari ini, termasuk sirsak, nangka, sengon, petai, dan alpukat. Harapannya adalah untuk menjadi gerakan yang menginspirasi masyarakat untuk menanam pohon dan berbuat kebaikan,” ujar Agus Subagyo, Ketua DPC PPM Bantul.
Reporter: DELLY RBTV
Penyunting artikel: LAILI
