YOGYAKARTA – Seorang balita berinisial A.D., berusia satu tahun sembilan bulan, masih menjalani perawatan intensif di ruang luka bakar RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. A.D. mengalami luka bakar serius di 63 persen bagian tubuhnya akibat ledakan sumur minyak ilegal di Blora, Jawa Tengah. Hingga kini, kondisinya masih dinyatakan kritis.

Pasien dirujuk dari RSUD Blora dan tiba di RSUP Dr. Sardjito pada Senin dini hari, 18 Agustus lalu. Saat kejadian, A.D. bersama ibunya, Y.T. (30), berada di rumah yang hanya berjarak sekitar 15 meter dari lokasi sumur minyak ilegal yang meledak.

Ledakan tersebut menyebabkan keduanya mengalami luka bakar parah. Sayangnya, sang ibu tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUP Dr. Sardjito. Sementara itu, A.D. masih dirawat secara intensif dan pernapasannya dibantu menggunakan ventilator.

Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan, menyatakan bahwa penanganan medis terhadap A.D. melibatkan berbagai spesialisasi, termasuk ahli bedah plastik, anestesi, dan tim dari Pediatric Intensive Care Unit (PICU), serta sejumlah dokter spesialis lainnya.

“Kami terus berupaya keras agar pasien ini dapat melewati masa kritis dan masuk ke fase penyembuhan,” ujar Banu.

Tim medis rumah sakit terus melakukan pemantauan ketat dan penanganan lanjutan terhadap pasien agar kondisi A.D. dapat segera stabil.

Widi / RBTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *