Fakta Baru: Keluarga Arya Daru Sempat Terima Amplop Misterius
Bantul – Lebih dari satu bulan berlalu sejak kematian Arya Daru Pangayunan, namun penyebab pasti kematiannya masih menyisakan tanda tanya besar bagi pihak keluarga. Keterangan resmi yang sebelumnya disampaikan pihak kepolisian dinilai keluarga belum jelas, serta dianggap belum mempertimbangkan sejumlah fakta penting yang telah mereka sampaikan.
Pada Sabtu petang, ayah kandung Arya untuk pertama kalinya tampil di hadapan publik. Ia didampingi penasihat hukum yang secara resmi telah ditunjuk keluarga. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mendorong pengungkapan fakta yang sebenar-benarnya terkait kematian Arya.
Dalam konferensi pers tersebut, keluarga mengungkapkan sejumlah temuan baru, salah satunya adalah keberadaan sebuah amplop cokelat misterius yang mereka terima sehari setelah pemakaman Arya.
Amplop tersebut berisi sejumlah benda berbentuk simbol yang terbuat dari gabus, seperti bintang, hati, dan bunga kamboja. Keluarga meyakini benda-benda ini bukan sekadar hiasan, melainkan petunjuk penting yang perlu ditelusuri lebih lanjut oleh aparat kepolisian.
“Kami melihat adanya kejanggalan dalam proses penyelidikan sebelumnya, termasuk benda-benda dalam amplop yang kami nilai relevan untuk diusut,” ujar Nicholay Aprilindo, kuasa hukum keluarga Arya.
Selain itu, keluarga juga menyampaikan harapan agar pihak kepolisian dapat melakukan autopsi ulang terhadap jenazah Arya Daru Pangayunan. Mereka mengaku menemukan sejumlah kejanggalan yang belum terjawab, seperti adanya lebam pada tubuh, dugaan adanya kandungan obat-obatan tertentu, serta indikasi lain yang dinilai perlu diklarifikasi.
“Kami mendesak agar kepolisian menyimpulkan penyebab kematian Arya secara benar dan transparan. Ini penting, bukan hanya untuk keadilan Arya, tetapi juga untuk ketenangan bagi keluarga,” tambah Nicholay.
Keluarga berharap, fakta-fakta baru ini dapat menjadi pertimbangan serius dalam proses penyelidikan lanjutan dan mendorong terbukanya kembali kasus yang sempat dinyatakan selesai oleh pihak kepolisian.
DELLY – RBTV