Sekolah luar biasa negeri 1 Kulon Progo, saat ini sedang mempersiapkan siswanya untuk maju ke Lomba Kompetisi Siswa Nasional, sebagai wakil kabupaten Kulon Progo di tingkat provinsi. Salah satu bidang yang di lombakan adalah karya seni skriya

Menurut pembimbing bidang kriya, Aldianto Arif Munandar, proses pendampingan siswa yang akan maju lomba di bidang kriya ini, di mulai dari memberi contoh produk jadi, lalu membiarkan siswa mengamati produk jadi tersebut, dan barulah siswa dapat mencoba membuat produk tersebut dengan pengawasan pembimbing.

“Yang pertama, kami akan menunjukan produk jadi nya, kemudian siswa mengamati. Sesudah siswa mengamati, siswa akan mencoba untuk membuat. Membuatnya nanti kami latih dalam tahapan tersebut secara terus menerus, sampai mereka bisa menguasai. Karena untuk anak SLB, jika hanya di latih sekali atau secara lisan akan kurang mengerti. Jadi memang butuh sekali praktek langsung, mengalami dan mereka akan tahu sendiri.” Ungkap Aldianti Arif Munandari, pemimbing seni kriya

Pelatihan kriya tersebut tidak hanya di lakukan sekali, namun di butuhkan pelatihan berkali-kali, agar siswa luar biasa dapat mengerti dan pada akhirnya dapat membuat sebuah produk secara tepat dan mandiri.

Dafa, salah sati peserta lomba LKSN di bidang kriya mengatakan, dirinya mampu membuat produk kriya, walaupun sedikit kesusahan. Dafa bisa membuat sebuah produk kriya, hanya membutuhkan waktu 1 hingga 2 jam.

“Sulit dalam mengukir, dan minimal bisa sampai 2 jam baru selesai. Ada beberapa yag saya pernah buat, dan tidak semua sampai 2 jam, ada yang hanya 1 jam.” Ungkap Dafa, peserta lomba LKSN bidang kriya

Bagas, RBTV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *