BANTUL– BPBD Kabupaten Bantul beberapa pekan terakhir mengaktifkan dan menyiagakan 75 pos Bansor atau pos banjir dan longsor. Langkah ini sebagai upaya mitigasi apabila terjadi kondisi darurat akibat cuaca ekstrem.
Sebanyak 75 pos Bansor atau pos banjir dan longsor dari BPBD Kabupaten Bantul tersebar di desa dan kelurahan. Dalam beberapa hari terakhir cuaca ekstrem yang terjadi telah menimbulkan sejumlah kerugian materi.
Pengaktifan pos Bansor sebagai langkah mitigasi dini guna meminimalkan dampak bencana yang berpotensi terjadi. Selama beberapa pekan terakhir, BPBD Bantul mencatat sejumlah kejadian bencana seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Peristiwa tersebut hampir merata terjadi di 17 kapanewon yang ada di Kabupaten Bantul.
Pos Bansor di setiap kelurahan didukung oleh personel yang terdiri dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta relawan desa lainnya.

Mujahid Amrudin, Kalak BPBD Kabupaten Bantul (Source : Kabar Jogja RBTV)
“Kami sudah mengaktifkan 75 pos banjir dan tanah longsor di 75 desa, dan di pos ini piket 24 jam sehari 7 hari seminggu. Pos ini juga di backup oleh FPRB di masing-masing desa dan seluruh relawan,” ujar Mujahid Amrudin, Kalak BPBD Kabupaten Bantul.
Reporter: DELLY
Penyunting Artikel: USWATUN KH
