SLEMAN – TNI Angkatan Udara hari ini menggelar peringatan Hari Bakti ke-78 di Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan untuk mengenang dua peristiwa bersejarah sekaligus, yakni operasi udara pertama yang menyerang markas militer Belanda, serta gugurnya tiga pahlawan Angkatan Udara.

Puncak peringatan Hari Bakti ke-78 TNI Angkatan Udara digelar di Lapangan Dirgantara Mandala, Akademi Angkatan Udara Yogyakarta, Selasa siang. Acara ini diisi dengan upacara militer yang dipimpin oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Tonny Harjono.

Pada 29 Juli 1947, terjadi dua peristiwa besar yang menandai kebangkitan kekuatan Angkatan Udara.
Di pagi hari, terjadi peristiwa heroik berupa operasi udara pertama, yang dilakukan dengan tiga pesawat, menyerang markas militer Belanda di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa. Namun pada sore harinya, tiga perwira Angkatan Udara gugur setelah pesawat yang mereka tumpangi — yang membawa bantuan alat kesehatan — ditembak jatuh oleh Belanda. Namun pada sore harinya, tiga perwira Angkatan Udara gugur setelah pesawat yang membawa bantuan alat kesehatan ditembak oleh Belanda.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Tonny Harjono, mengatakan bahwa TNI Angkatan Udara saat ini memiliki lima program prioritas. Program tersebut meliputi modernisasi alutsista, pengembangan piranti lunak, peningkatan kualitas sumber daya manusia, validasi organisasi, serta partisipasi aktif dalam mendukung program pemerintah.


“Ke depan, TNI AU siap mewujudkan kekuatan udara yang adaptif, modern, profesional, unggul, dan humanis.” Ujar, Marsekal Tonny Harjono – KSAU

Widi / RBTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *