KOTA YOGYAKARTA – Aksi bagi-bagi ayam petelur terlihat di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Hal ini bukan sekedar berbagi, melainkan bentuk protes para peternak atas harga pakan yang terus melambung, sementara harga jual telur dinilai belum sebanding dengan biaya produksi.
Suasana tak biasa terlihat di sepanjang ruas Jalan Malioboro, Yogyakarta. Ratusan warga dan wisatawan berkerumun di sekitar sejumlah mobil bak terbuka, yang membawa ayam petelur.
Bukan untuk dijual, ayam-ayam tersebut justru dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Warga yang datang sejak pagi, rela menunggu dan berdesak-desakan, untuk mendapatkan ayam yang dibagikan para peternak.
Sejumlah warga mengaku, ayam yang didapat akan dibawa pulang, untuk dipelihara atau diolah menjadi bahan makanan keluarga. Aksi ini pun menarik perhatian wisatawan yang melintas di Malioboro, yang ikut mengambil ayam yang dibagikan.
“Dapat ayam, dapat info dari teman tadi, barusan saja datang. Buat makan cucu nanti” ujar Astuti selaku warga
Di balik pembagian ayam gratis ini, terdapat keluhan para peternak yang mengaku semakin tertekan oleh tingginya biaya produksi. Para peternak menyebut, harga pakan ayam terus meningkat sejak Mei lalu. Harganya kini menyentuh 8 ribu rupiah per kilogram, dari sebelumnya sekitar 6 ribu rupiah per kilogram. Kenaikan harga pakan tersebut langsung berdampak pada biaya operasional peternakan.
“Ini dalam rangka kita memperjuangkan kepentingan peternak, karena sudah beberapa bulan ini harga ayam petelur jatuh, sedangkan harga pakannya mahal banget. Jadi kita berusaha untuk bisa bertahan dan tetap memberikan protein bagi masyarakat. Harga pakannya mahal, karena kenaikannya beberapa kali lipat, hampir setiap bulan naik, sekarang sudah 8 ribu rupiah per kilogram. Harga yang terlalu tinggi jadi kita tidak kuat lagi untuk meneruskan kalau seperti ini terus” ujar Sigit selaku peternak ayam petelur.
Dalam aksi tersebut, sekitar 1.500 ekor ayam petelur dibawa para peternak ke Malioboro. Selesai membagikan ayam, para peternak kemudian melanjutkan penyampaian aspirasi bersama DPRD DIY. Mereka meminta pemerintah turut mencari solusi atas tingginya biaya pakan, sekaligus menjaga keseimbangan harga telur di pasar. Para peternak berharap, keluhan tersebut segera mendapat solusi karena dikhawatirkan mereka bisa gulung tikar.
“Kira diminta dari pimpinan DPRD untuk mewakili menerima teman-teman dari forum peternak ayam petelur, yang ini nanti kita hadirkan dinas terkait, dalam rangka untuk mengakomodasi masukan-masukan dari permasalahan yang ada. Mudah-mudahan nanti dari sini akan kami teruskan ke unsur dinas terkait juga secara politik ke partai agar permasalahan ini bisa segera diatasi” ujar Yudi Ismono selaku Setwan DPRD DIY.
Reporter : Agung RBTV
Penyunting Artikel : Danish
