SLEMAN – Sebelas warga RT 09, RW 02, Perumnnas Minomartano, Ngaglik, Sleman dilarikan ke rumah sakit, setelah tertimpa tembok pagar SD Minomartani roboh. Para korban adalah peserta kegiatan jalan sehat dan senam pagi menyambut HUT Kemerdekaan RI.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ratusan warga RW 02 Perumnas Minomartani, Ngaglik, Sleman, hari Minggu, menggelar jalan sehat dan dilanjutkan dengan senam pagi.
Saat kegiatan senam berlangsung, sebagian warga duduk beristirahat di sisi utara lapangan. Saat mereka duduk-duduk inilah, tembok pagar SD Minomartani sepanjang 35 meter dan tinggi 2 meter roboh.
Akibatnya, 11 orang yang keseluruhannya warga RT 09, menjadi korban. Meski tak ada yang mengalami luka serius, hanya luka ringan dan shock saja, namun mereka kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapat observasi dan perawatan.
“Sebagian ada yang duduk-duduk istirahat. Dari panitia sudah mengingatkan bahwa ini temboknya sudah berbahaya. Belum sampai selesai, tembok roboh. Ya ini musibah, kita tidak tahu. Setelah itu saya melihat, kebetulan saya ketua panitianya, saya langsung lari untuk mengevakuasi bersama panitia yang lain, kemudian senam saya hentikan, semua harus mengevakuasi dulu” ujar Supanto selaku Ketua Panitia Peringatan HUT Kemerdekaan RI RT 09 Minomartani.
Sebelumnya, panitia sudah mengingatkan agar tidak berada di dekat tembok pagar, mengingat kondisinya yang sudah rapuh dan miring. Tembok pagar ini dibangun sekitar tahun 1985-an.
Reporter : Widi RBTV
Penyunting Artikel : Danish
