SLEMAN – Pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI) oleh pemerintah, memunculkan kekhawatiran di kalangan Perguruan Tinggi Swasta. Kehadiran URI dinilai berpotensi memengaruhi keberlangsungan program kelas karyawan, yang selama ini menjadi salah satu andalan PTS.

Meski Universitas Republik Indonesia ditujukan bagi pegawai BUMN dan Aparatur Sipil Negara (ASN), sejumlah Perguruan Tinggi Swasta menilai sasaran tersebut beririsan dengan calon mahasiswa kelas karyawan. Salah satunya Universitas Islam Indonesia (UII), yang telah lama membuka program bagi pekerja yang ingin melanjutkan pendidikan.

Pihak UII berharap pemerintah tetap mengoptimalkan peran Perguruan Tinggi Swasta dalam memperluas akses pendidikan tinggi, meski telah membentuk universitas baru. Mereka juga berharap kebijakan tersebut tidak berdampak pada keberlangsungan program kelas karyawan, maupun eksistensi PTS di masa mendatang.

“Ya pasti, karena ada banyak Perguruan Tinggi Swasta yang membuka kelas karyawan juga, yang dilakukan secara online, fleksibilitas dalam pendidikan. Saya kurang tahu tidak bisa berkomentar itu, kemungkinan ada maksud-maksud tertentu dari pemerintah. Mungkin kalau pemerintah bisa mengoptimalkan perguruan tinggi yang ada saya kira itu lebih bagus” ujar Hari Purnomo selaku Rektor UII.

Reporter : Bagas RBTV

Penyunting Artikel : Danish

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *