SOLO – Gabungan Peternak Solo Raya, menggelar aksi damai, di Simpang Gladak, Kota Solo, Jawa Tengah. Aksi digelar dengan membagikan ayam hingga membawa sertifikat tanah, sebagai simbol ekonomi mereka terhimpit.
Demonstrasi Gabungan Peternak Solo Raya ini, diwarnai aksi teatrikal, memberi makan ayam dengan pakan rumput. Selain itu, mereka juga membagikan gratis ayam, di lokasi aksi.
Bahkan, para peternak membawa sertifikat tanah dan kendaraan. Hal itu sebagai simbol, ekonomi mereka yang semakin terhimpit, hingga harus menjual aset mereka, untuk keberlangsungan hidup.
Seluruh aksi ini dilakukan, untuk memprotes harga telur ayam yang mereka nilai berada di bawah harga acuan pembelian (HAP). Sedangkan harga pakan ternak yang mereka nilai tinggi.
“Selisih harga pakan yang cukup signifikan, termasuk jagung, harga di peternak bisa sampai 6.800 sampai 7.000, padahal acuan pemerintah hari ini hanya 5.500. Itu kenyataan yang hari ini terjadi di teman-teman peternak, ketika ayam sudah tidak cukup diberi makan dengan pakan yang ada, akhirnya subsidi terjadi, jual tanah, jual mobil. Yaitu tadi sebagai perlambangan, bahwa kami hari ini sudah melakukan hal itu untuk menjaga kelangsungan peternak rakyat. Tapi kalau hal ini terus berlanjut, yang terjadi tidak akan bisa tahan lama” ujar Krishandrika Immanuel Raharjo selaku koordinator aksi.
Para peternak meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan terkait harga pakan dan tata kelola impor. Mereka berharap tidak terus merugi, dan akhirnya tersingkir oleh usaha peternakan berskala besar.
Reporter : Rizki Budi Pratama RBTV
Penyunting Artikel : Danish
