SOLO – Memperingati Hari Kemerdekaan RI, dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya napak tilas perjalanan hidup para pahlawan bangsa. Di Kota Solo, Jawa Tengah, ada satu rumah yang menjadi saksi bisu perjuangan Brigadir Jenderal Slamet Riyadi, dalam mempertahankan Kemerdekaan RI.


Bagi warga Solo, dan sekitarnya, nama Brigjen Slamet  Riyadi begitu terkenal. Selain menjadi nama jalan utama, dan terdapat monumen patung besar, di kawasan Gladak Solo, Brigjen Slamet Riyadi berjasa besar, dalam mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia.


Salah satu yang menjadi saksi bisu adalah kediamannya, di Kampung Joyosuran, Kelurahan Danukusuman, Pasar Kliwon, Solo. Di sini lah, Slamet Riyadi tumbuh, dan menghabiskan masa kecilnya.


Di rumah yang berdiri tahun 1840-an ini, karakter Slamet Riyadi terbentuk, sebagai seorang pemimpin. Namun ironisnya, rumah tersebut baru mendapat renovasi.


Salah satu ahli waris, Gunawan Wibisono mengaku, rumah tua ini sudah mulai rusak. Sebelumnya, Gunawan beserta keluarga merawat rumah ini secara mandiri.

“Sejak kecil sampai sekarang, baru kali ini direnovasi, dan ini juga tidak semua direnovasi. Jadi kalau bangunannya masih dipertahankan, bangunan lama. Yang paling parah itu bagian atas, jadi kalau hujan bocor, Namanya bangunan lama ya seperti itu, rembes, netes, kadang kita harus ngasih ember di bawahnya biar airnya tidak kemana-mana” ujar Gunawan Wibisono selaku cucu keponakan Brigjen Slamet Riyadi.


Pemkot Surakarta mengalokasikan dana APBD, senilai 350 juta, untuk merehabilitasi rumah masa kecil Brigjen Slamet Riyadi. Meski belum tercatat sebagai bangunan cagar budaya, proses rehabilitasi tetap memperhatikan karakter asli bangunan, agar tidak menghilangkan nilai historinya.


Reporter : Rizki Budi Pratama RBTV

Penyunting Artikel : Danish

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *