BANTUL – Berkat ketekunan dan inovasi, seorang perajin muda asal Banguntapan, Bantul, berhasil mengembangkan usaha kerajinan kayu, hingga menembus pasar internasional. Produk berupa tableware dan perlengkapan rumah tangga tersebut, dibuat dari limbah kayu pilihan yang ramah lingkungan tanpa mengurangi kualitas.
Usaha bernama Rubycraft milik Ahmad, di Padukuhan Babadan, Sorowajan, Banguntapan, memulai usahanya pada 2019. Berbekal pengalaman bekerja di industri kerajinan kayu dan belajar secara otodidak, Ahmad berhasil membangun usaha yang kini terus berkembang di pasar domestik maupun ekspor.
Saat ini Rubycraft mempekerjakan 20 hingga 25 orang karyawan, dan mampu memproduksi sekitar 7.000 hingga 10.000 produk setiap bulan. Hasil Produksinya dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, serta diekspor ke Jepang, Amerika Serikat, dan sejumlah negara di Asia.
“Bagus respon pasarnya dari lokal maupun internasional. Karena kalau di lokal sendiri, masyarakat Indonesia sudah mulai aware menggunakan bahan-bahan seperti ini, daripada menggunakan yang silikon lebih baik pakai yang kayu, daripada pakai mangkok-mangkok melamin, mereka lebih aware menggunakan bahan-bahan dari kayu. Selain sehat, mereka juga tidak mencemari lingkungan dengan membuang bahan-bahan melamin” ujar Ahmad selaku pengrajin.
Ketua Dekranasda Kabupaten Bantul, Emy Masruroh, mengapresiasi keberhasilan Rubycraft yang dinilai mampu meningkatkan nilai jual produk kerajinan daerah, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pelaku usaha muda ini, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berwirausaha.
Reporter : Delly RBTV
Penyunting Artikel : Danish
