SLEMAN- Sebuah Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Sleman punya cara unik untuk mengatasi siswa bermain HP di kelas. Mereka memasang loker HP di tiap ruang kelas agar siswa tidak mengandalkan ChatGPT AI untuk mencari jawaban pelajaran sekolah. Cara ini juga efektif untuk meningkatkan interaksi sosial siswa dengan para guru.
Banyak cara bisa dilakukan sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa. Di SMP Negeri 1 Turi Sleman, pihak sekolah memasang loker HP di tiap ruangan kelas.
Para siswa diwajibkan menaruh HP di dalam loker sesuai nomor absen, mulai bel masuk hingga pulang sekolah. Loker kemudian dikunci oleh ketua kelas, dan kuncinya ditaruh di ruang guru.
Bahkan saat jam istirahat, siswa juga dilarang menggunakan HP, kecuali ada kepentingan tertentu. Para siswa mengaku menjadi lebih tertib dan disiplin dengan adanya loker HP.
Mereka juga semakin cerdas berpikir karena tidak mengandalkan ChatGPT AI dalam mencari jawaban pelajaran sekolah.
“Kita jadi lebih tertib. Nanti kalau sudah bel masuk, pasti kita sudah langsung mengumpulkan HP di loker. Kita jadi lebih tidak mengandalkan AI untuk mencari informasi tentang pelajaran,” ujar Skolastika Ardani Clara Maitry, selaku siswa SMPN 1 Turi Sleman.
Menurut sekolah, penerapan loker HP dianggap efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran para murid. Selain meningkatkan konsentrasi siswa, loker HP juga membuat siswa lebih percaya diri karena tidak bergantung pada gawai saat pelajaran.
Cara ini juga terbukti merubah perilaku siswa saat jam istirahat, di mana mereka dapat berinteraksi sosial dengan guru maupun sesama siswa.
“Pada saat istirahat anak-anak asyik dengan dunianya sendiri membawa HP masing-masing. Kemudian saya menghadirkan guru-guru, kita berkumpul di situ supaya anak-anak berinteraksi dengan teman-temannya juga biasa. Supaya tidak hanya terpancang pada HP. Kemudian ada pembatasan HP di situ. Tetapi menimbulkan suatu gejolak, karena anak-anak sudah biasa membawa HP, akhirnya ada protes di situ. Kemudian kami mengundang semua orang tua, kita sosialisasikan bahwa boleh membawa HP tetapi dibatasi,” Ungkap Hospita Henny Koerniati, selaku Kepsek SMPN 1 Turi Sleman.
Melalui penerapan loker HP, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan anak-anak dalam menggunakan ponsel.
Reporter : Widi RBTV
Penyunting Artikel : Yuliana
