SLEMAN – Suasana meriah Sabtu pagi kemarin terlihat di Kuliner Jogja Barat, Ambarketawang, Gamping, Sleman. Puluhan anak tampil dalam lomba dongeng dan unjuk kebolehan dalam mewarnai, menyambut Hari Anak Nasional 2026.

Inilah penampilan sejumlah peserta lomba dongeng yang diikuti oleh puluhan anak dari berbagai usia. Mereka dengan percaya diri tampil membawakan dongeng yang mengangkat sejumlah cerita tradisional. Raut wajah ekspresi terlihat dari para peserta ditambah kostum yang dikenakan untuk menjiwai cerita dongeng yang dibawakan.

Pada sisi yang lain, terlihat anak-anak dengan tekun mengikuti lomba mewarnai. Kemeriahan di Kuliner Jogja Barat yang berada di wilayah Gamping, Sleman ini diinisiasi oleh Woro Moro Entertainment untuk mengajak anak-anak menyambut Hari Anak Nasional 2026.

Tidak hanya menguji kemampuan anak, namun lomba ini sekaligus melatih anak untuk bisa percaya diri. Adhyas Woro, Pimpinan Woro Moro Entertainment menyampaikan, lomba ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk saling mengenal dan menyalurkan bakat dan kemampuan yang dimiliki. Antusiasme peserta sangat tinggi, terbukti dari jumlah pendaftaran yang masuk melebihi kuota yang ditetapkan.

“Apresiasi, jadi meningkatkan kreativitas, hobi anak anak baik dari dongeng maupun dari mewarnai. Hobi, keakraban, persatuan, kerukunan diantara mereka yang belum kenal menjadi kenal. Mudah mudahan dengan diadakannya lomba ini, anak anak akan lebih meningkatkan kreativitasnya, imajinasinya baik dalam melukis, mewarna, ataupun berdongeng,” Ujar Adhyas Woro, selaku Pimpinan Woro Moro Entertainment.

Pada kesempatan yang sama, Jumariatman, salah satu orang tua peserta menyambut baik adanya lomba ini. Menurutnya, dari dongeng yang dibawakan oleh anak-anak dapat membentuk karakter sang anak. Ditambah lagi materi dongeng juga memberikan ajaran yang baik dan mengajarkan dongeng yang merupakan warisan budaya hingga tetap lestari.

“Harapannya, cerita yang disampaikan bisa membawa karakter untuk anak anak. Sehingga menjadi siswa yang mempunyai budi pekerti yang baik, akhlak yang baik, mengambil dari inti sari cerita tersebut. Mudah mudahan dengan adanya event-event dongeng seperti ini. Jadi, dongeng ini sebagai warisan budaya dari nenek cucu kita dulu supaya tidak punah dan tetap lestari,” Ujar Jumariatman, selaku orang tua peserta.

Panitia juga menyiapkan penghargaan khusus bagi para pemenang. Juara pertama lomba mewarnai akan memperoleh trofi dari model cilik Naufelin RB, sedangkan juara pertama lomba dongeng menerima trofi dari Kepala RRI Yogyakarta.

Tim Kabar Jogja RBTV

Penyunting Artikel : Yuliana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *