KULON PROGO – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 4 Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, berlangsung dengan suasana berbeda. Sekolah melibatkan kakak kelas untuk mendampingi peserta didik baru melalui berbagai permainan edukatif dalam MPLS guna menciptakan suasana belajar yang lebih akrab.
Di balik pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 4 Pengasih, Kulon Progo, jumlah peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 jauh dari target. Dari kapasitas 64 siswa, sekolah hanya menerima empat peserta didik baru.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Supriadi, menjelaskan, rendahnya jumlah pendaftar dipengaruhi keterbatasan zona penerimaan yang berhimpitan dengan sekolah lain. Kondisi tersebut membuat banyak calon siswa memilih bersekolah di sekolah tetangga. Selain itu, berkembang anggapan di masyarakat bahwa pendaftar dari zona dua memiliki peluang kecil untuk diterima sehingga minat mendaftar semakin menurun.
“Jumlah kelas 1 yang mendaftar secara sistem itu 5 anak, tetapi yang daftar ulang dan akhirnya menjadi siswa kami adalah 4. Untuk kapasitasnya untuk 64 calon peserta didik baru. Mungkin ada beberapa faktor yang menyebabkan, yang pertama adalah mungkin zona. jadi banyak calon siswa itu yang di luar zona kami. Zona 1 kami adalah sangat terbatas sekali dan kita berhimpitan dengan sekolah tetangga yang jaraknya tidak lebih dari 3-4 kilo,” Ungkap Supriadi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 4 Pengasih.
Pihak sekolah menyebut kondisi minimnya jumlah peserta didik baru hampir terjadi setiap tahun dan dikhawatirkan akan kembali terulang pada penerimaan siswa baru tahun mendatang.
Reporter : Bagas RBTV
Penyunting Artikel : Yuliana
