BANTUL –Ratusan penggemar layang-layang memadati Pantai Parangkusumo, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul. Festival layang-layang internasional yang diikuti peserta dari 17 negara digelar selama dua hari.
Langit Pantai Parangkusumo dipenuhi aneka layang-layang dengan berbagai bentuk unik, mulai dari boneka khas Turki, astronot, ular kobra, hingga beragam kreasi dua dimensi dan tiga dimensi. Atraksi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.
Festival layang-layang internasional yang memasuki penyelenggaraan ke-11 ini mencatat peningkatan jumlah peserta mancanegara dibandingkan tahun sebelumnya. Peserta berasal dari sejumlah negara, di antaranya Lithuania, Amerika Serikat, Vietnam, India, dan beberapa negara lainnya. Kegiatan ini diselenggarakan oleh komunitas pecinta layang-layang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Saya membuat yang satu ini untuk festival, si delta putih. Saya mempersiapkan yang satu ini, layang-layang busur. Dan saya mengunjungi beberapa di antaranya. Saya punya banyak teman dari berbagai negara. Tetapi saya tidak mengorganisasinya (mengaturnya),” Ujar Sauola, selaku peserta dari Lithuania.
Selain menjadi ajang menampilkan kreativitas para pelayang dari berbagai negara, festival ini juga bertujuan mempromosikan pariwisata Pantai Parangkusumo.
“Kalau kategori layangan di sini ada layangan tradisional, layangan tren naga, rokaku, terus kemudian ada tiga dimensi, ada dua dimensi. Lalu layangan malam untuk eksibisi peserta internasional,” Ujar Yuristriyanto, selaku ketua panitia.
Meski cuaca cukup terik, antusiasme masyarakat tetap tinggi untuk menyaksikan beragam atraksi layang-layang tradisional, naga, hingga layang-layang berukuran raksasa yang menghiasi langit pantai.
Reporter : Delly RBTV
Penyunting Artikel : Yuliana
