KULON PROGO – Sebanyak 2.000 taruna Akmil dan Akpol akan diterjunkan ke berbagai sekolah rakyat di Indonesia sebagai bagian dari penguatan karakter dan kedisiplinan siswa. Setiap sekolah akan didampingi 5 taruna Akmil dan 5 taruna Akpol selama lima hari.
Pendampingan oleh taruna Akmil dan Akpol tersebut difokuskan pada pembentukan kebiasaan hidup disiplin, seperti menjaga kebersihan, merapikan kamar, membersihkan toilet, hingga menata barang pribadi secara tertib. Program ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran karakter bagi para siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan, rapat konsolidasi juga menjadi ajang penyamaan persepsi bagi para kepala sekolah rakyat. Menurutnya, pemahaman yang utuh mengenai penyelenggaraan sekolah rakyat penting agar seluruh kepala sekolah mampu mendampingi siswa dengan empati, bekerja dengan hati, dan penuh totalitas.
“Jadi ini Taruna Bakti, Akademi Militer dan Akademi Kepolisian. Ada 2.000 nanti yang akan disebar di beberapa titik sekolah rakyat. Diperkirakan satu sekolah 5 Taruna Akademi Militer dan 5 dari Kepolisian. Kita harapkan setiap siswa bisa belajar hal-hal baik yang dilakukan oleh taruna saat dia mengikuti proses pelajaran pembelajaran di akademi masing-masing. Mulai dari bagaimana membiasakan diri sejak bangun sampai tidur,” Ungkap Syaifullah Yusuf, selaku Menteri Sosial RI.
Dari total peserta rapat konsolidasi, sebanyak 166 merupakan kepala sekolah lama, sedangkan sekitar 30 lainnya merupakan kepala sekolah baru. Meski sempat menghadapi berbagai tantangan pada masa awal pembelajaran, setelah satu tahun berjalan sekolah rakyat dinilai menunjukkan perkembangan positif.
Reporter : Bagas RBTV
Penyunting Artikel : Yuliana
