KULON PROGO – Road to Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 digelar di kawasan Jembatan Kabanaran, Galur, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan layang-layang, tetapi juga sarana edukasi keselamatan bagi para pelayang sekaligus upaya mendorong pariwisata dan perekonomian daerah.
Festival tersebut diikuti 30 klub layang-layang dengan 17 di antaranya berasal dari luar negeri. Penilaian dilakukan oleh juri profesional dengan mempertimbangkan aspek estetika, kerja sama tim, etika pelayang, hingga keselamatan saat penerbangan.
Kompetisi dibagi dalam kategori dewasa dan anak-anak. Pada kategori dewasa, cabang yang dilombakan meliputi layang-layang tradisional, kreasi, dan train dragon.
Sementara untuk kategori anak-anak, perlombaan dikhususkan pada jenis train dragon.
Ketua panitia JIKF, Anang Sarjiyanto, menegaskan, festival ini berfokus pada edukasi, bukan sekadar mencari pemenang. Melalui kegiatan tersebut, peserta diingatkan untuk tidak melakukan aksi berbahaya, seperti menaiki layang-layang train dragon atau bermain layang-layang di bawah jalur sutet maupun dekat kawasan bandara.
“Jadi, kita mengadakan kegiatan di Bandaran Kulon Progo ini, salah satunya selain kita ingin mengangkat potensi daerah Kulon Progo, ini kita juga ingin mengangkat pelayang-pelayang daerah supaya bisa bertanding di tingkat nasional. Karena pemenang dari lomba ini nanti akan kita ajak ke Parangkusumo untuk ikut yang kompetisi nasional,”Anang Sarjiyanto, selaku ketua panitia JIKF.
Salah satu peserta, Ketua Tim Layang-Layang Grasesa Caesar asal Bantul, Arya Gautama, mengatakan, timnya mengikuti kategori anak-anak jenis train dragon. Layang-layang yang disiapkan memiliki diameter satu meter dengan panjang mencapai 80 meter.
“Untuk membuat layangan train dragon ini kira kira Rp5 jutaan lebih. Kalau sudah dipatok mungkin 5 orang sudah cukup. Kalau tidak dipatok mungkin 7 orang,” Ujar Grasesa Caesar, Arya Gautama, selaku pelayang asal Bantul.
Reporter : Bagas RBTV
Penyunting artikel : Yuliana
