KOTA YOGYAKARTA – Gejolak terjadi di tubuh Partai Buruh di Daerah Istimewa Yogyakarta. Seluruh jajaran pengurus Partai Buruh tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di DIY menyatakan mundur secara serentak dan mencabut dukungan terhadap partai.

Dalam pengunduran diri massal yang dilakukan belum lama ini, ditunjukkan dengan melepas atribut partai dan menurunkan bendera Partai Buruh yang kemudian diganti dengan bendera merah putih sebagai simbol kembalinya gerakan buruh ke jalur yang mereka sebut lebih independen.

Ketua Exco Partai Buruh DIY sekaligus Koordinator MPBI DIY, Irsad Ade Irawan, mengatakan, keputusan tersebut bukan dipicu konflik internal, melainkan perbedaan sikap politik dan ideologi.

“Ini kesepakatan antara serikat buruh dengan Partai Buruh. Lebih teknisnya, sebenarnya ini merupakan sebuah sikap politik dari Majelis Pekerja Buruh Indonesia, yang di mana di situ ada berbagai serikat buruh yang kemudian kiprahnya sudah diketahui bersama. Pada sore hari ini kita menyatakan mencabut dukungan dari Partai Buruh.
Yang menjadi alasannya ada berbagai hal, akan tetapi yang menjadi penting bagi kami adalah serikat-serikat buruh di Yogyakarta ingin lebih menjaga independensi, menjaga jarak dengan pemerintah, pemerintah Prabowo, karena kami melihat belum ada arah yang baik berkaitan dengan kebijakan putusan MK,” Ungkap Irsad Ade Irawan, selaku Ketua Exco Partai Buruh DIY dan Koordinator MPBI DIY.

Pasca pengunduran diri ini, gerakan buruh di Yogyakarta menyatakan akan kembali memperkuat konsolidasi sipil dan mengawal penyusunan kebijakan ketenagakerjaan secara independen di luar struktur partai politik.

Pengunduran diri massal ini menjadi salah satu dinamika penting dalam gerakan buruh di Yogyakarta. Meski keluar dari partai, para pengurus menegaskan perjuangan terhadap hak-hak pekerja akan tetap dilanjutkan.

Reporter :Agung RBTV

Penyunting Artikel : Yuliana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *