SLEMAN – Sebuah pertunjukan ketoprak ongkek, Jumat kemarin digelar di kawasan Kuliner Jogja Barat, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Jumat malam kemarin. Saat perjuangan kemerdekaan, kesenian ini digunakan untuk menyampaikan pesan rahasia.
Sarasehan budaya mengawali kegiatan yang mengangkat tema “Merawat Tradisi untuk Mencintai Negeri” ini. Hadir sebagai narasumber Tazbir Abdullah, Dosen SV Pariwisata UGM, Tri Hastuti Nur Rochimah, Dosen Magister dan Komunikasi UMY, Adhyas Woro, Pimpinan Woro Moro Entertainment, dan seniman Marwoto.
Seniman Marwoto Kawer yang memahami seluk beluk ketoprak ongkek menyampaikan, seni tradisional ini pada jaman dahulu kerap digunakan untuk menyampaikan pesan rahasia kepada para pejuang. Dengan cara ini, maka pesan akan tersampaikan tanpa diketahui oleh pihak penjajah. Pada masa setelah perjuangan, ketoprak ongkek sering mendapat order untuk melakukan penyuluhan.
“Sering dulu waktu saya ikut, ditangkap juga untuk memberikan penyuluhan, bahwa sekarang membayar pajak tidak harus lewat seseorang tapi langsung lewat bank. Ini lebih otentik, lebih terpercaya,” Ujar Marwoto, selaku seniman senior.
Yang menarik, ketoprak ongkek yang sarat akan humor ini mendapat sambutan dari anak muda, khususnya mahasiswa. Sesuai dengan target panitia, momen ini juga menjadi media untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda melalui berbagai komunitas.
“Tidak hanya ketoprak ongkek, tetapi wayang, tari tarian, campursari. Dampaknya luar biasa untuk anak anak muda. Jadi, mereka dari komunitas manapun berkumpul disini. Tidak hanya nongkrong makan, tetapi menyaksikan semua apa yang ada di Yogyakarta terlebih kelestariannya. Kemarin ada anak anak komunitas motor, mereka sangat antusias sekali, banyak sekali, ikut berkumpul dan bersosialisasi,” Ujar Adhyas Woro, selaku Pimpinan Woro Moro Entertainment.
Kegiatan ini diharapkan dapat semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap seni tradisional sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Reporter: Widi RBTV

Wah, ketoprak ongkeek memang selalu jadi hidangan favoritku di Jogja Barat. Rasanya yang segar dan pedas selalu bikin nagih!