BANTUL – Upaya mendorong keberlanjutan industri batik terus dilakukan melalui pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) batik di Sentra Kerajinan Batik Nayantaka, Gilangharjo, Pandak, Bantul. Program ini kolaborasi antara Indonesia Financial Group (IFG), Yayasan Inspirasi Anak Bangsa, dan sejumlah pihak terkait.
Pembangunan IPAL di Sentra Kerajinan Batik Nayantaka, Gilangharjo, Pandak, Bantul ini bertujuan mendukung industri batik agar tidak hanya mampu bertahan dan berkembang, tetapi juga tetap ramah lingkungan.
Sistem pengolahan limbah yang diterapkan dirancang secara terpadu melalui beberapa tahapan, mulai dari penampungan, pengendapan, perataan aliran, koagulasi, hingga proses filtrasi.
Ketua Yayasan Inspirasi Anak Bangsa, Yozar Putranto, menjelaskan, fasilitas IPAL digunakan untuk mengolah limbah hasil proses membatik menjadi residu yang lebih aman bagi lingkungan. Pengolahan dilakukan melalui proses fisika, kimia, dan biologi sehingga dapat mengurangi risiko pencemaran yang selama ini terjadi akibat pembuangan limbah secara langsung ke tanah.
Menurutnya, sistem IPAL mampu menurunkan kadar bahan berbahaya seperti total suspended solid (TSS), fenol, minyak, dan lemak sehingga air hasil olahan memenuhi standar baku mutu lingkungan. Air tersebut bahkan dapat dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman maupun mendukung usaha perikanan.
“Yang pertama itu adalah endapan. Endapan ini sifatnya residu yang bisa dibakar atau diolah oleh pihak ketiga, karena memang ini hal yang cukupberbahaya bagi tanah. Yang kedua adalah air yang merupakan hasil dari pemisahanan,” Ujar Yozar Putranto, selaku Ketua Yayasan Inspirasi Anak Bangsa.
“Mempunyai nilai manfaat yang sangat luar biasa tentunya karena ini dalam konteks produksi batik sudah tidak memikirkan lagi limbah, efek limbah. Dalam hal ini limbah sudah bisa tertangani. Artinya limbah sudah tidak merusak lingkungan, tidak merusak tanaman, sehingga bahkan ini dikelola, ya di-treatment, difilter dengan baik menghasilkan air yang berkualitas,” UjarTumilan, selaku pelaku usaha batik.
Pemenuhan standar produksi yang lebih ramah lingkungan dinilai menjadi salah satu tuntutan pasar yang semakin penting dalam mendukung keberlanjutan industri batik di masa depan.
Reporter : Delly RBTV
Penyunting Artikel : Yuliana

It’s wonderful to see initiatives like this supporting traditional batik skills and water access in Bantul. Preserving these crafts is so important for the region’s cultural heritage.