KULON PROGO-Ratusan warga antusias mengikuti Festival Hari Jamu Nasional 2026 yang digelar di Taman Jamu Naturindo, Pengasih, Kulon Progo. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat jamu sebagai identitas budaya bangsa sekaligus gaya hidup sehat.
Festival Hari Jamu Nasional 2026 diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari bazar, sarasehan kesehatan, hingga demonstrasi pembuatan jamu tradisional. Sejumlah lomba bertema jamu untuk anak-anak juga digelar, seperti lomba mewarnai, menggambar, dan membatik guna mengenalkan budaya jamu kepada generasi muda.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak kembali membiasakan konsumsi jamu sebagai warisan budaya Nusantara yang dinilai mampu mendukung kesehatan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap obat-obatan kimia.
Selain bermanfaat bagi kesehatan, pengembangan jamu juga dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan petani, pelaku UMKM, dan sektor ekonomi masyarakat lainnya.
“Agar masyarakat kedepannya bisa meningkatkan kesehatan dengan jamu, sehingga tidak tergantung dari obat obat kimia. Harapan saya sedemikian sehingga masyarakat semakin maju, makin sehat, juga ekonomi masyarakat makin meningkat, lingkungan juga membaik,” Ujar Profesor Nyoman Kertia, Ketua Dewan Jamu Indonesia DIY.
Istri Wakil Gubernur Paku Alam Kesepuluh yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mendorong Yogyakarta menjadi motor penggerak pelestarian jamu nasional agar semakin dikenal di tingkat dunia.
Festival ini diharapkan mampu memperkuat citra jamu tidak hanya sebagai produk tradisional, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup sehat modern yang bermanfaat bagi kesehatan, perekonomian, dan pelestarian lingkungan.
Reporter : Bagas RBTV
Penyunting Artikel : Yuliana
