KULON PROGO – Situs Napak Tilas Jenderal TB Simatupang yang berada di Dusun Kaliwunglon, Kalurahan Banjarsari, Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo, kini memprihatinkan akibat berbagai kendala pemeliharaan. Permasalahan tersebut meliputi status tanah yang masih milik pribadi, kerusakan bangunan, hingga akses jalan yang belum memadai.

Situs Napak Tilas Jenderal TB Simatupang di wilayah Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo, merupakan salah satu saksi sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia pada masa Agresi Militer Belanda II tahun 1948. Namun, kondisi bangunan saat ini terlihat tidak terawat.

Sejumlah bagian dinding bambu mengalami kerusakan dan berlubang akibat faktor usia serta minimnya perawatan berkala. Salah satu kendala utama dalam pengelolaan situs adalah status tanah yang masih menjadi milik pribadi, sehingga upaya pelindungan dan pengembangan kawasan belum dapat dilakukan secara optimal.

Selain kondisi bangunan, warga juga menyoroti infrastruktur jalan menuju lokasi situs. Akses menuju kawasan tersebut masih berupa jalan berbatu dan belum pernah diaspal sehingga menyulitkan kendaraan roda empat untuk menjangkaunya.

Warga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat segera memperjelas status pengelolaan situs, menunjuk juru pelihara, memperbaiki akses jalan, serta menghidupkan kembali kegiatan edukasi napak tilas sejarah.

Langkah tersebut dinilai penting agar nilai perjuangan para pahlawan tetap terjaga dan dapat terus dikenalkan kepada generasi muda.

“Sampai saat ini bangunannya terbengkalai, jadi banyak genteng yang sudah bocor, lingkungan juga tidak terawat, terus akses menuju jalan sini juga tidak layak karena jalannya benar-benar rusak parah, instalasi listrik juga tidak ada jadi ini padam, desa dikemas dengan pagaran seperti sendra tari ataupun pertunjukan apa sehingga warga bisa berkumpul, anak-anak generasi muda bisa berkumpul, dan di sini nanti ada narasumber yang menjelaskan bahwa di Rumah Joglo Karyo Utomo ini dulu tempat untuk mengatur strategi perang dari seluruh Jawa maupun Bali,” ujar Pak Musidal selaku Pamong Desa Banjarsari Padukuhan Kaliwunglon.

Reporter: Bagas RBTV

Penyuting Artikel: Vera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *