Sleman– Fenomena api misterius yang muncul di Padukuhan Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman, masih terus terjadi hingga hari ke-11. Total kemunculan api dilaporkan telah mencapai 81 kali dan kini meluas ke dua rumah warga lain.

Awalnya kemunculan api hanya terjadi di rumah milik Agus. Namun, sejak Senin malam, api juga muncul di dua rumah yang berada di sebelah utara kediamannya. Kemunculan api berlangsung secara acak, meski lebih sering terjadi pada pagi dan malam hari.

Menindaklanjuti fenomena tersebut, tim ahli geologi dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta kembali melakukan peninjauan di lokasi pada Selasa sore. Tim berencana melakukan perekaman geofisika untuk mengetahui sumber kemunculan api misterius tersebut.

Perekaman geofisika akan dilakukan di sekitar rumah warga, termasuk area aliran sungai dan batuan lanau yang berjarak sekitar 300meter dari lokasi utama. Melalui pemeriksaan itu, tim berharap dapat mengetahui struktur lapisan tanah, unsur batuan, serta kemungkinan adanya gas yang terperangkap di antara bebatuan.

“Meluas ke tetangga sebelah utara, skemudian gas api itu muncul diluar rumah juga. Itu kan pasti ada sebuah sumber lapisan batuan apa, maka itu sekali lagi kami perlu lakukan rekaman geofisika untuk membukakan lapisan bagian batuan yang ada di wilayah ini semua,” Ujar Basuki Rahmad, selaku Dekan UPNV Yogyakarta.

Meluasnya kemunculan api membuat warga semakin waspada, terlebih salah satu rumah yang terdampak kini digunakan sebagai lokasi pengungsian sementara keluarga Agus.

“Titiknya Dimana mana, yang penting kalo di tetangga itu belakang, di ruang terbuka. Kemunculannya masih acak, ada tiga rumah,” Ujar menurut Muftiana,selaku penghuni rumah.

Fenomena serupa diketahui bukan kali pertama terjadi di wilayah ini. Setahun lalu, rumpun bambu di dekat sungai dilaporkan sempat terbakar diduga akibat gas metana.

Reporter : Widi RBTV

Penyunting Artikel : Yuliana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *