
Yogyakarta-Puncak perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 atau 2026 Masehi digelar melalui acara Dharma Santi di Bangsal Kepatihan. Momentum ini menjadi penutup rangkaian Nyepi yang telah berlangsung sejak Februari lalu.
Dharma Santi Nyepi di Yogyakarta berlangsung khidmat dan dihadiri Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, bersama umat Hindu di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Mengusung tema “Hamemayu Hayuning Bawana: Vasudhaiva Kutumbakam, Satu Bumi Satu Keluarga”, acara diawali dengan ibadah bersama, dilanjutkan pembacaan Weda Wakya, serta berbagai penampilan seni budaya.
Beragam pertunjukan turut memeriahkan acara, mulai dari konser angklung Bakti Swari Gita Santi, tari Lawung Jajar dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta, hingga tari Legong Bapang Saba yang dibawakan Sanggar Tari Bali Saraswati.
Dalam sambutannya, Sri Sultan menekankan makna keheningan dalam Nyepi sebagai ruang refleksi batin. Keheningan dinilai bukan sekadar tanpa suara, tetapi menjadi kesempatan untuk menata kembali arah hidup, menjernihkan pikiran, serta mempererat hubungan dengan sesama, alam, dan Tuhan.

Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur DIY ( Source : Kabar Jogja RBTV)
“Dalam suasana seperti ini, manusia diberi ruang untuk menimbau arah hidupnya, membersihkan niatnya serta menyeleraskan kembali hubungan dengan sesama dengan alam dan Tuhan” Ungkap Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur DIY
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Suci Nyepi DIY, I Gusti Nengah Sutartha, menyampaikan Dharma Santi menjadi ajang pencerahan umat untuk memperkuat kerukunan dan keseimbangan hidup lahir batin.
“Memberikan pencerahan kepada umat dalam rangka meningkatkan kesadaran umat, untuk selalu menjaga kerukunan, keseimbangan lahir batin antara sesama lingkungan dan Tuhan-Nya. ” UngkapI Gusti Nengah Sutartha, Ketua Panitia Nyepi DIY
Perayaan Dharma Santi di Bangsal Kepatihan tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga ruang kebersamaan untuk memperkokoh nilai toleransi, persaudaraan, dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Yogyakarta.
Reporter : Agung
Penyunting Artikel : Khoirunnisa
