SLEMAN– Barisan Seni Bregodo atau Seni Keprajuritan Keraton, hari Kamis menggelar aksi unjuk rasa di halaman markas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka menyampaikan pernyataan sikap menolak aksi-aksi unjuk rasa yang disertai dengan kekerasan dan anarkisme seperti yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
Bregodo-bregodo dari berbagai kampung atau Kalurahan di Yogyakarta, berbaris dari terminal Condongcatur menuju markas Polda DIY yang jaraknya sekitar 500 meter. Bregodo-bregodo ini lengkap dengan ungel-ungelan atau musik dan prajurit bersenjata tombak.
Sampai di halaman markas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, mereka diterima Waka Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Brigjen Eddy Junaedi. Dengan menggunakan Bahasa Jawa, krama inggil, ketua pelaksana aksi menyampaikan pernyataan sikapnya.
Masyarakat Yogyakarta menolak segala bentuk aksi yang bersifat anarkis dan merusak fasilitas umum maupun fasilitas negara.
Menanggapi pernyataan sikap tersebut, Wakapolda DIY menegaskan, Polda DIY berkomitmen menjamin kebebasan masyarakat menyampaikan aspirasinya secara damai dan akan mengedepankan pendekatan humanis.
Usai aksi, Widihasto Wasono menyampaikan harapannya, agar semua artikulasi politik disampaikan dengan cara-cara yang tidak merusak dan tidak anarkis.

Widihasto Wasono, Ketua Pelaksana Aksi (Source: Kabar Jogja RBTV)
“Untuk menyampaikan harapan, supaya semua artikulasi politik itu bisa di sampaikan dengan cara yang tidak anarkis. Kita juga prihatin kantor Polda ini menjadi sasaran unjuk rasa anarkis,” ujar Widihasto Wasono, Ketua Pelaksana Aksi. slot gacor
Usai menyampaikan pernyataan sikap, bregodo meninggalkan halaman Polda DIY dengan berbaris rapi dan memperdengarkan gending khas masing-masing bregodo atau kelompok seni keprajuritan. 7 gacor
Reporter: WIDI
Penyunting Artikel: USWATUN KH
