BANTUL-Puluhan jemaah Mushola Ad Dzikri di Kalurahan Sriharjo, Imogiri, Bantul, tidak dapat melaksanakan shalat fardhu maupun Tarawih di mushola tersebut. Gerusan yang disebabkan oleh arus Sungai Oya telah mengakibatkan keretakan serius pada bangunan, sehingga berpotensi membahayakan jika tetap digunakan.

Warga RT 04 Kedungmiri, Sriharjo, Bantul secara bersama-sama melakukan pembongkaran atap mushola. Bahan yang masih dapat digunakan diamankan agar dapat dimanfaatkan di lain waktu.

Selama lima hari terakhir, sisi selatan bangunan tersebut terus-menerus tergerus oleh aliran sungai. Saat ini, tembok mulai mengalami retak dan lantai ambles, yang mengakibatkan bangunan tersebut menjadi sangat berisiko untuk digunakan dalam kegiatan ibadah.

Kepala Dukuh Kedungmiri, Sugiyanto, menjelaskan bahwa gerusan Sungai Oya sebenarnya sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir. Namun, dalam lima hari terakhir, kondisinya menjadi semakin mengkhawatirkan. Pada awal Ramadhan, mushola masih digunakan untuk melaksanakan salat lima waktu dan Tarawih.

Namun, sejak Senin malam, warga diminta untuk tidak lagi menggunakan mushola karena dindingnya mulai mengalami retak.

Sugiyanto, Dukuh Kedungmiri (Sumber foto: Kabar Jogja RBTV)

“Tadi malam masih digunakan untuk melaksanakan shalat Tarawih. Sebenarnya, abrasi ini terjadi sudah satu minggu yang lalu,” ungkap Sugiyanto, Dukuh Kedungmiri.

Reporter: DELLY RBTV

Penyunting artikel: LAILI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *