KULON PROGO-Menjadi kebiasaan tahunan, warga Gembongan, Sukoreno, Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, memiliki cara unik untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Mereka menghiasi area pintu masuk Masjid Al-Fatah Gembongan dengan tema yang telah ditentukan menggunakan dana yang berasal dari swadaya atau patungan warga setempat.

Menyambut bulan Ramadhan tahun ini, warga Gembongan, Sukoreno, Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, memasang berbagai lampu hias yang berwarna-warni di sepanjang jalan menuju masjid. Kegiatan ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Menggunakan bahan baku kain dan kawat yang tahan air, terbentuk pola tema dekorasi tahun ini berupa lampu hias yang berbentuk jamur, bunga, hingga kupu-kupu. Proses pembuatannya memerlukan biaya sekitar Rp12 juta yang merupakan hasil swadaya masyarakat.

Berbeda dengan tahun lalu yang mengangkat tema ubur-ubur, Remaja Islam Masjid Al Fatah Gembongan sengaja memilih tema metamorfosis. Harapannya pada Ramadhan kali ini, masyarakat juga dapat mengalami proses metamorfosis menjadi individu yang lebih baik, semakin khusyuk dalam beribadah, serta konsisten dalam melakukan hal-hal yang positif.

Farel Do Putra Perdana, Remaja Islam Masjid Al Fatah Gembongan (Sumber foto: Kabar Jogja RBTV)

“Seperti metamorfosis sempurna, bulan ramadhan ini diharapkan dapat membuat manusia tumbuh lebih baik,” ungkap Farel Do Putra Perdana, Remaja Islam Masjid Al Fatah Gembongan.

Ornamen yang meriah tersebut tidak hanya meningkatkan semangat warga Gembongan untuk beribadah di masjid, tetapi juga menarik minat masyarakat dari berbagai daerah yang datang untuk berfoto maupun berpartisipasi dalam aktivitas keagamaan di masjid.

Carolina, pengunjung (Sumber foto: Kabar Jogja RBTV)

“Menarik karena baru pertama kali melihat masjid seperti ini. Dulu pernah melihat saja di media sosial karena virus dan sekarang dapat melihat secara langsung,” ungkap  Carolina, pengunjung.

Rina Sena Trimurni, warga (Sumber foto: Kabar Jogja RBTV)

“Kehadiran ornamen seperti ini menjadi daya tarik utama bagi warga lokal maupun pengunjung dari luar. Selain itu, membuat anak-anak semakin antusias untuk berangkat ke masjid,,” ujar Rina Sena Trimurni, warga.

Reporter: BAGAS RBTV

Penyunting artikel: LAILI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *