YOGYAKARTA– Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan nuansa merah yang mendominasi setiap sudut perayaan. Mulai dari lampion, amplop angpao, pakaian, hingga ornamen dekorasi rumah, warna merah seakan menjadi elemen wajib yang tak terpisahkan dari tradisi.

Namun ternyata dibalik tampilannya yang mencolok dan meriah, warna merah ini menyimpan doa serta makna filosofis yang mendalam. Bagi masyarakat Tionghoa, Tahun Baru Imlek adalah waktu sakral untuk menghormati leluhur dan berkumpul bersama keluarga besar.

Warna merah pada perayaaan Tahun Baru Imlek bukan sekedar warna saja, tetapi juga memiliki arti tersendiri. Warna merah pada Tahun Baru Imlek dipilih karena melambangkan kebahagiaan, kegembiraan, dan keberuntungan. 

Namun sebenarnya, Tahun Baru Imlek tidak hanya identik dengan warna merah saja. Warna kuning juga turut memberi aksen warna di Tahun Baru Imlek. Warna kuning sendiri, sering dikaitkan dengan kemegahan dan kekayaan. 

Di tengah suasana meriah perayaan, warna merah terasa seperti pengingat bahwa Imlek tidak hanya tentang pesta dan hiasan, tetapi juga tentang harapan, doa, dan kebersamaan dalam keluarga. tersimpan nilai-nilai budaya yang mempererat hubungan dan siap untuk menapaki lembaran baru kehidupan.

Penyunting Artikel: USWATUN KH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *