SLEMAN-Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, warga Padukuhan Papringan, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, melaksanakan Tradisi Ruwahan Agung. Tradisi ini merupakan bentuk ungkapan syukur dan doa bersama dalam menyambut bulan puasa.
Kegiatan yang mengangkat tema ‘Manunggaling Karsa Hambabar Raharjaning Papringan’ dimulai dengan Kirab Budaya dari Jalan Ori Dua menuju kompleks Sasana Laya di Jalan Ampel Papringan. Seluruh warga ikut berpartisipasi dengan mengenakan pakaian adat Jawa.
Setiap Rukun Tetangga (RT) membawa gunungan tumpeng yang berisi nasi gurih, lauk pauk, ayam ingkung, serta ketan kolak apem sebagai lambang rasa syukur dan kebersamaan.
Kirab menjadi lebih meriah dengan hadirnya rombongan prajurit membawa gada dan semangat masyarakat dari berbagai kalangan usia. Sejumlah peserta juga menampilkan kostum yang unik, mulai dari tokoh tradisional hingga busana kreatif yang menambah kemeriahan acara.
Sesampainya di lokasi, para peserta disambut dengan lantunan hadroh dari paguyuban setempat. Acara dilanjutkan dengan doa bersama di area pemakaman leluhur sebagai wujud penghormatan dan permohonan agar ibadah Ramadhan dapat berjalan dengan lancar.
Serangkaian acara tutup dengan prosesi Kembul Bujono atau makan bersama. Gunungan tumpeng yang telah dipanaskan akan dibagikan kepada warga, menciptakan suasana yang akrab dan penuh kebersamaan.

Nur Hamid, warga Dukuh Papringan (Sumber foto: Kabar Jogja RBTV)
“Warga sangat antusias dengan kegiatan ini, harapannya mereka dapat membangun rasa tanggung jawab dan kerukunan bersama,” ujar Nur Hamid, warga Dukuh Papringan.
Melalui Tradisi Ruwahan Agung, masyarakat Papringan berharap agar nilai-nilai gotong royong dan keharmonisan sosial terus dipelihara sebagai bekal spiritual dalam menyambut bulan Ramadhan.
Reporter: AGUNG RBTV
Penyunting artikel: LAILI

Wah, keren banget acara ruwahan sampul bulan puasa ini! Semoga lancar dan penuh berkah selalu.