YOGYAKARTA-Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, warga Tionghoa di Kota Yogyakarta mulai mencari pernak-pernik untuk menyambut hari raya. Namun, di tengah meningkatnya antusiasme, penjualan pernak-pernik Imlek tahun ini justru mengalami penurunan yang signifikan.

Salah satu toko yang menjadi langganan adalah Toko Semangat Baru di Jalan Pajeksan, tercatat penurunan penjualan mencapai 50 persen dibandingkan tahun lalu. Toko yang telah beroperasi selama lebih dari 50 tahun ini menyediakan berbagai keperluan Imlek, seperti lampion, amplop angpao, kartu ucapan, kue keranjang, dan hiasan shio berbentuk kuda.

Sejumlah pembeli mengakui bahwa mereka tetap membeli pernak-pernik sebagai bagian dari tradisi serta bentuk penghormatan kepada nenek moyang. Meskipun demikian, pengelola toko menyatakan bahwa jumlah kunjungan pada tahun ini mengalami penurunan yang signifikan.

Sartilah, karyawan toko Imlek (Sumber foto: Kabar Jogja RBTV)

“Berbeda dengan tahun lalu, dimana beberapa minggu sebelumnya toko sudah ramaii. Kemungkinan juga karena sekarang sudah ada sistem pembelian online, mungkin banyak yang beralih,” ujar Sartilah, karyawan toko.

Benediktus Angga, mahasiswa UGM (Sumber foto: Kabar Jgogja RBTV)

“Ini adalah tahun pertama saya merayakan Imlek di Yogyakarta. Berdasarkan rekomendasi dari teman-teman, saya mengunjungi tempat ini karena terkenal menjual peralatan sembahyang serta hiasan Imlek, dan harganya ternyata sangat bersahabat,” ungkap Benediktus Angga, mahasiswa UGM.

Selain pernak-pernik, penjualan kue keranjang juga mengalami penurunan, meski harga yang ditawarkan masih termasuk terjangkau, mulai dari ribuan hingga jutaan rupiah.

Meski demikian, para pedagang berharap bahwa momentum Imlek dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan kembali omzet penjualan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang perayaan hari raya.

Reporter: AGUNG RBTV

Penyunting artikel: LAILI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *