YOGYAKARTA-Banyak orang merasakan keringanan setelah mendengar suara “kretek” saat memutar jari, punggung, atau leher, yang kerap dianggap solusi instan mengatasi pegal. Padahal, kebiasaan membunyikan sendi ini berpotensi membahayakan jika dilakukan berulang-ulang. Fenomena tersebut dikenal sebagai joint cavitation, di mana gelembung gas di cairan sinovial pecah akibat tekanan mendadak.
Meski pada kondisi normal tidak menimbulkan nyeri atau kerusakan jaringan, manipulasi paksa dan sering justru mengiritasi ligamen serta tulang rawan. Tekanan berlebih dapat memicu peradangan seperti arthritis, pembengkakan, hingga nyeri sendi kronis. Selain itu, gerakan ekstrem mempercepat degenerasi tulang rawan, berisiko memunculkan osteoarthritis di masa depan.
Instabilitas sendi menjadi ancaman lain, khususnya pada leher dan punggung, karena ligamen meregang berlebihan hingga sendi longgar. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan saat bergerak dan rentan cedera. Walaupun membunyikan jari aman sesekali, gesekan berulang tetap mengancam kestabilan persendian secara keseluruhan.
Lebih bijak mengganti kebiasaan ini dengan langkah menjaga sendi yang tepat. Lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki, berenang, atau yoga, sambil hindari posisi statis terlalu lama dan penuhi nutrisi dari makanan sehat.
Cukupi hidrasi untuk pelumas sendi optimal, serta pertimbangkan suplemen jika aktivitas padat. Pendekatan ini menjaga mobilitas tanpa resiko jangka panjang. Informasi dikutip dari alodokter.com dan hellosehat.com.
Penyunting artikel: LAILI
