YOGYAKARTA-Menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan banjir serta tanah longsor, komunitas peduli sungai di Kota Yogyakarta menggelar aksi bersih sampah di seluruh Kali Code. Selain membersihkan aliran sungai, warga bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak juga melakukan penanaman pohon di bantaran sungai.
Aksi bersih sampah di sepanjang Kali Code ini dipusatkan di kawasan Bendung Surokarsan, Kelurahan Prawirodirjan, Kota Yogyakarta. Para relawan membersihkan aliran sungai guna mengangkat sampah rumah tangga dan material lainnya yang menghambat arus air. .
Penumpukan sampah di sungai selama ini dianggap sebagai salah satu alasan terhambatnya aliran air. Situasi ini berpotensi menyebabkan meluapnya sungai dan memicu terjadinya longsor di sekitar bantaran sungai.
Komunitas Peduli Sungai Bendung Surokarsan, bersama dengan BBWS Serayu Opak Yogyakarta, juga memberikan edukasi kepada warga setempat. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran warga agar tidak membuang sampah ke dalam sungai.

Maryadi Utama, Kepala BBWS Serayu Opak, (Sumber foto: Kabar Jogja RBTV)
“Sepanjang Kali Code ini harus kita jaga, baik lahan maupun kebersihan sungainya agar bencana bisa dihindari sejak dini. Mengingat banyaknya wilayah yang mengalami bencana alam, seperti banjir bandang dan tanah longsor. Kami bersama teman-teman komunitas serta warga setempat terus bergerak untuk membangun komunitas yang aktif dalam merawat dan menjaga lingkungan kita,” ungkap Maryadi Utama, Kepala BBWS Serayu Opak.
Selain aksi bersih-bersih, komunitas peduli sungai, didukung oleh TNI, Polri, pelajar, dan warga sekitar, melakukan penanaman pohon di sepanjang kali Code. Pohon-pohon yang ditanam diharapkan dapat menahan erosi dan meningkatkan kemampuan penyerapan air di tanah.

Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta (Sumber foto: Kabar Jogja RBTV)
“Saya percaya bahwa komunitas-komunitas ini akan menjadi lebih dinamis dan produktif karena mereka yang rutin berada di sini, dan dari situ muncul rasa peduli serta cinta mereka yang menjaga sungai,” ujar Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta.
Potensi curah hujan yang masih signifikan hingga akhir Januari dipandang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya banjir dan longsor, terutama di daerah yang dilalui aliran sungai. Melalui aksi bersih sungai dan penanaman pohon, diharapkan bahwa kondisi ekologi Kali Code dapat terjaga, sekaligus berkontribusi pada upaya mitigasi bencana di tengah Kota Yogyakarta.
Reporter: AGUNG RBTV
Penyunting artikel: LAILI
