BANTUL– Pemerintah Kabupaten Bantul berupaya menekan biaya produksi dengan mengembangkan bahan alami penunjang pertanian. Salah satunya dengan menggandeng herbalis pertanian untuk melakukan uji coba skala kecil pemanfaatan biosaka.
Biosaka level 1 merupakan ramuan cair yang diklaim mampu mendukung produktivitas pertanian dengan biaya yang lebih murah dibandingkan produk pabrikan. Penemu biosaka, Muhamad Anshar menyebutkan bahwa, cairan temuannya sebagai penyempurnaan dari biosaka yang telah ia kembangkan beberapa tahun lalu. Aktivator organik cair ini diklaim bekerja cepat dan aman.
Menurut Anshar, biosaka memiliki beragam manfaat diantaranya mampu menghilangkan bau sampah dalam waktu singkat serta mempercepat penguraian kotoran hewan menjadi pupuk siap pakai. Meski belum melalui uji laboratorium ilmiah ia menyatakan siap membuktikan manfaat biosaka melalui uji langsung di lapangan.
Anshar menegaskan penemuan ini tidak ditujukan untuk kepentingan komersial, melainkan untuk membantu petani dan peternak menekan biaya produksi dengan solusi yang lebih terjangkau.

Muhamad Anshar, Penemu Biosaka (Source: Kabar Jogja RBTV)
“Jadi itu hanya di semprot permukaannya saja dan itu sudah tidak ada aroma sampai bawah, sudah netral aromanya. Dalam waktu singkat, kalau aroma sampah itu kurang dari 1 menit sudah tidak ada aroma,” ujar Muhamad Anshar, Penemu Biosaka.
Pemerintah Kabupaten Bantul melalui DKPP akan melakukan uji demplot pemanfaatan biosaka dalam skala kecil dalam waktu dekat. Apabila hasil uji coba tersebut menunjukkan hasil positif, uji demplot akan diperluas ke skala yang lebih besar. Selanjutnya biosaka baru akan disosialisasikan secara kolektif kepada kelompok tani agar biaya pembelian obat-obatan pertanian dapat ditekan secara signifikan.

Abdul Halim Muslih, Bupati Bantul (Source: Kabar Jogja RBTV)
“Nanti kita pertemukan dengan para aktivis pertanian secara terbatas, yang bersangkutan juga sudah beberapa kali bertemu dengan saya. Namun selama 2 atau 3 tahun ini saya belum yakin, dan setelah yang terakhir itu dia mencoba menjelaskan kepada saya proses, dampak, dan bukti yang akhirnya saya menyatakan bahwa kita akan uji coba di lahan yang terbatas dulu,” ujar Abdul Halim Muslih, Bupati Bantul.
Reporter: DELLY
Penyunting Artikel: USWATUN KH
