SLEMAN-Peneliti dari Pusat Kajian Antikorupsi atau Pukat Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar, pada hari Kamis, 15 Januari 2026 kemarin, dikukuhkan sebagai guru besar di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Melalui pengukuhan tersebut, Zainal Arifin Mochtar secara resmi memperoleh gelar Profesor.

Dalam pidato pengukuhan berjudul “Konservatisme yang Menguat dan Independensi Lembaga Negara yang Melemah: Mencari Relasi dan Mendedah Jalan Perbaikan”, Profesor Zainal Arifin Mochtar menekankan fenomena penguatan konservatisme di Indonesia, yang berpengaruh pada lemahnya independensi lembaga-lembaga negara.

Menurut pendapatnya, keadaan tersebut berpotensi merusak kualitas demokrasi. Oleh karena itu, Prof Zainal mengundang seluruh elemen sipil untuk bersama-sama memperkuat demokrasi, terutama dalam konteks situasi demokrasi Indonesia yang dalam beberapa waktu terakhir dinilai semakin elitis.

“Untuk memperkuat kembali demokrasi, yang pada belakangan ini seolah-olah menjadi milik partai, padahal tidak demikian, kita perlu mengupayakan perubahan untuk mengembalikan hal tersebut kepada publik. Ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk pendekatan IPA seperti yang sering dibahas oleh rekan-rekan,” ungkap Prof.​ Zainal Arifin Mochtar, SH, LLM, guru besar di Fakultas Hukum UGM.

Pengukuhan akademik tertinggi ini mendapat perhatian dari beberapa tokoh nasional. Mantan Rektor Universitas Paramadina, Anies Rasyid Baswedan, dan mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, menyampaikan ucapan selamat serta berharap pemikiran dan ilmu Prof. Zainal Arifin Mochtar dapat semakin memberikan kontribusi bagi negara serta memperkuat demokrasi di Indonesia.

 Anies Rasyid Baswedan, mantan rektor Universitas Paramadina (Sumber foto: Kabar Jogja RBTV)

“Ini merupakan sebuah pencapaian baru dalam karya akademik dan pengabdian, semoga terus berkontribusi sebagai intelektual publik yang tidak hanya mendidik mahasiswa di universitas tetapi juga meningkatkan pengetahuan publik secara umum melalui ilmu, pengalaman, dan wawasan,” ujar Anies Rasyid Baswedan, mantan rektor Universitas Parama

Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden RI (Sumber foto: Kabar Jogja RBTV).

“Harapannya pemikiran-pemikiran yang telah disampaikan sebelumnya bermanfaat bagi kita semua, bagi kemajuan negara, dan menuju arah yang tepat dalam pelaksanaan demokrasi,” ujar Jusuf Kalla adalah, mantan Wakil Presiden RI.

Reporter: WIDI RBTV

Penyunting artikel: LAILI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *