GUNUNGKIDUL-Perayaan ulang tahun pertama komunitas rock di Kota Wonosari (Krotari) menjadi momen penting bagi para penggemar musik rock di Kabupaten Gunungkidul. Acara ini bukan sekadar perayaan tetapi juga berfungsi sebagai reuni dan menandai kebangkitan kembali musik rock yang telah meredup selama bertahun-tahun.

Petikan gitar yang tajam, dentuman drum yang cepat, dan vokal yang energik langsung membangkitkan suasana sejak awal acara. Pada Minggu malam, Kota Wonosari tampak bergetar oleh gelombang musik rock yang sekali lagi mendominasi panggung, disambut dengan antusias para penonton yang berkumpul di area pertunjukan.

Sejumlah penonton telah lama menyatakan keinginan mereka untuk mengadakan konser rock di Wonosari, yang kini telah kembali dengan suasana meriah.

Ketua Krotari, Didit Winarta, menjelaskan bahwa Gunungkidul memiliki banyak potensi musisi rock dari berbagai genre, termasuk rock klasik, hard rock, metal, dan rock alternatif. Namun, kurangnya ruang pertunjukan menyebabkan para musisi ini hampir tidak aktif selama hampir 15 tahun. Dari keprihatinan inilah Krotari didirikan sebagai wadah untuk berkumpul, berkreasi, dan mengekspresikan diri.

Didit Winarta, Ketua Krotari (Sumber foto: Kabar Jogja RBTV)

“Jadi, ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap musik rock yang selama ini terpendam di Gunungkidul, dengan menyediakan wadah untuk kreativitas dan apresiasi terhadap band-band rock yang hingga kini belum memiliki tempat,” ungkap Didit Winarta, Ketua Krotari.

Dalam kurun waktu satu tahun, Krotari telah menyelenggarakan setidaknya sepuluh pertunjukan musik rock , baik di panggung konvensional maupun di area publik serta destinasi wisata.

Puncak perayaan ulang tahun pertama ini menampilkan sekitar 27 grup musik dari berbagai daerah di Gunungkidul dan beberapa daerah lain di Yogyakarta.

Fitri Hardiyanti, penonton (Sumber foto: Kabar Jogja RBTV)

“Antusiasme yang dirasakan oleh teman-teman yang telah menyelenggarakan acara ini sungguh luar biasa, hal ini benar-benar menambah semarak kegiatan musik di Gunung Kidul,” ujar Fitri Hardiyanti, penonton.

Reporter: AGUNG RBTV

Penyunting artikel: LAILI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *