KULON PROGO-Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Muhammad Syafi’i, mengunjungi beberapa ruang kelas baru di MAN 2 Kulon Progo, yang merupakan hasil dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah di Indonesia.
Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Muhammad Syafi’i, melakukan kunjungan ke MAN 2 Kulon Progo untuk meninjau beberapa ruang kelas baru. Revitalisasi ini merupakan bagian dari program PHTC, yang merupakan langkah pemerintah dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan madrasah.
Dari total 1411 lokasi di seluruh Indonesia yang terlibat dalam program PHTC revitalisasi madrasah tahun 2025, Daerah Istimewa Yogyakarta mendapatkan jatah di 17 titik lokasi, di mana 5 di antaranya terletak di Kabupaten Kulon Progo.

Romo Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia (Sumber foto: Kabar Jogja RBTV)
“Dari data yang diperoleh di DIY menunjukkan alokasi terbanyak, yaitu 17 PHTC. Walaupun yang paling banyak ada di Kabupaten Gunung Kidul. Di wilayah ini kita dapat melihat terdapat 6 kelas, dan yang berada dalam jarak 3 Km dari lokasi ini ada 8 kelas, sehingga totalnya 14 kelas,” ujar Romo Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Sidik Pramono, menyatakan bahwa di MAN 2 Kulon Progo, bantuan PHTC dimanfaatkan untuk memperbarui bangunan lama yang sudah tidak layak. Bantuan tersebut akan digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar dengan menyediakan enam ruang kelas baru.

Sidik Pramono, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (Sumber foto: Kabar Jogja RBTV)
“Kita kedepannya, pastinya sangat berharap agar dapat membangun kembali madrasah-madrasah sebagai upaya pengembangan pendidikan agama di seluruh wilayah Yogyakarta,” ungkap Sidik Pramono, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pemerintah bertekad bahwa revitalisasi madrasah akan tetap menjadi fokus pada tahun-tahun mendatang. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas.
Reporter: BAGAS RBTV
Penyunting artikel: LAILI
