BANTUL – PSIM Yogyakarta mengawali Tahun 2026 dengan hasil positif pada lanjutan pekan ke-16 BRI Super League. Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu sore, Laskar Mataram sukses menaklukkan Semen Padang FC dengan skor tipis 1–0.

Sejak awal pertandingan, PSIM tampil dominan dan langsung mengambil inisiatif serangan. Sementara itu, Semen Padang memilih bermain lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik. Meski kedua tim saling menekan, tidak ada gol yang tercipta hingga babak pertama berakhir. Jalannya pertandingan sempat terganggu akibat kendala teknis pada sistem Video Assistant Referee atau VAR.

Memasuki babak kedua, PSIM tetap menguasai jalannya laga. Keunggulan tuan rumah akhirnya tercipta pada menit ke-58 melalui titik putih. Penalti diberikan setelah Franco Ramos Mingo dilanggar Pedro Matos di dalam kotak terlarang. Ze Valente yang maju sebagai eksekutor berhasil menaklukkan kiper Semen Padang, Arthur, sekaligus membawa PSIM unggul 1–0.

Setelah gol tersebut, PSIM terus menekan pertahanan lawan untuk menambah keunggulan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta dan skor 1–0 tetap bertahan.

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean Paul Van Gastel, mengapresiasi kerja keras para pemainnya dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Ia menilai laga berjalan sulit karena Semen Padang menerapkan strategi bertahan rendah dan disiplin sepanjang pertandingan.

Sementara itu, pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit, terutama terkait penggunaan VAR yang dinilai tidak konsisten selama pertandingan.

Dejan Antonic / Pelatih Semen Padang FC (Sumber foto: Kabar Jogja RBTV)

“Saya baru kembali ke sepak bola Indonesia setelah dua tahun dan masih melihat banyak masalah. Dengan kondisi seperti ini, sepak bola sulit berkembang. Kepemimpinan wasit juga mengecewakan, termasuk keputusan penalti dan pengaturan tendangan bebas. Kalau tidak jujur dan bersih, sepak bola tidak akan berjalan baik,” ujar Dejan Antonic.

Kemenangan ini membawa PSIM Yogyakarta naik ke posisi keenam klasemen sementara BRI Super League dengan raihan 25 poin, sekaligus menjadi modal penting untuk menatap laga-laga selanjutnya.

REPORTER: AGUNG 

PENYUNTING ARTIKEL: NZ.KIRANA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *