SLEMAN — Sebuah masjid di Padukuhan Waringinsari, Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, harus segera direnovasi seiring meningkatnya jumlah jemaah. Menariknya, pengurus masjid menerapkan cara unik dalam penggalangan dana, salah satunya melalui pengolahan sampah rumah tangga.

Program renovasi ini mengusung tagline “Sampahku Dinding Masjidku”. Selain menerima sumbangan secara konvensional, warga diberi kesempatan berdonasi dengan cara memilah dan mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai jual.

Melalui program tersebut, warga diajak memilah sampah rumah tangga seperti plastik dan barang bekas lainnya. Sampah yang terkumpul kemudian dijual, dan seluruh hasil penjualannya digunakan untuk membantu pendanaan renovasi masjid.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menilai upaya penggalian dana pembangunan masjid melalui pengolahan sampah ini merupakan langkah inovatif dan patut diapresiasi. Menurutnya, gerakan tersebut tidak hanya membantu pembangunan rumah ibadah, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

Harda Kiswaya, Bupati Sleman (Sumber foto: Kabar Jogja RBTV)

“Ini menjadi sebuah kejutan yang positif. Masyarakat Waringinsari benar-benar terlibat dalam pengelolaan sampah, dan hasilnya disumbangkan untuk pembangunan masjid. Semoga apa yang dilakukan warga ini menjadi amal jariyah dalam mendirikan masjid, karena inilah nilai gotong royong dan kepedulian yang sejalan dengan ajaran agama,” ujar Harda Kiswaya.

Gagasan memanfaatkan sampah sebagai sumber dana pembangunan masjid ini digagas oleh seorang pegiat lingkungan bernama Anna. Sejak dimulai pada Agustus hingga Januari, program tersebut telah berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp11 juta.

Anna menjelaskan bahwa gerakan ini lahir dari keinginan untuk menggabungkan kepedulian lingkungan dengan kebutuhan sosial dan keagamaan warga. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang.

Anna, Pegiat Lingkungan Waringinsari (Sumber foto: Kabar Jogja RBTV)

“Kami merupakan penggerak program Sampahku Dinding Masjidku. Warga kami ajak mengumpulkan sampah, terutama rosok, untuk kemudian dijual dan hasilnya digunakan bagi pembangunan masjid. Selain itu, kami juga membuka jual beli pakaian preloved. Warga bisa menyumbangkan pakaian layak pakai untuk dijual kembali, dan pembelinya juga dari lingkungan sekitar.” kata Anna.

Sebagai tanda dimulainya renovasi, Bupati Sleman melakukan peletakan batu pertama pada Minggu, setelah sebelumnya meninjau bazar UMKM yang digelar di lingkungan masjid.

Program “Sampahku Dinding Masjidku” ini diharapkan tidak hanya mempercepat proses renovasi masjid, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong serta kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.

REPORTER: WIDI

PENYUNTING ARTIKEL: NZ.KIRANA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *