(Source : Kabar Jogja RBTV)

KULON PROGO– Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar lomba lacak sinyal radio di wilayah Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini menjadi bagian dari latihan kesiapsiagaan bencana khususnya untuk menjaga komunikasi radio saat jaringan telekomunikasi terputus.

Dalam lomba lacak sinyal radio di wilayah Kabupaten Kulon Progo, panitia menyebar sejumlah sumber sinyal pengganggu yang harus dilacak dan ditemukan oleh para peserta. Tantangan ini dirancang untuk mengasah kemampuan teknis anggota ORARI dalam mendeteksi dan menentukan lokasi sumber sinyal radio.

Keterampilan melacak sinyal dinilai sangat penting mengingat komunikasi radio kerap menjadi satu-satunya sarana penyampaian informasi ketika terjadi bencana alam dan jaringan komunikasi umum tidak dapat digunakan.

Ambar Parama Putra, Ketua ORARI DIY (Source : Kabar Jogja RBTV)

“Untuk melatih diri di bidang komunikasi radio yang diselenggarakan oleh ORARI DIY, dengan tujuan melatih keterampilan mencari jejak sinyal tersembunyi yang berpotensi mengganggu komunikasi radio,” ujar Ambar Parama Putra, Ketua ORARI DIY.

Antusiasme peserta terlihat tinggi, awalnya panitia membatasi jumlah peserta sebanyak 50 orang. Namun minat yang besar membuat jumlah peserta membludak hingga mencapai 125 orang yang datang dari berbagai daerah.

Redi Candra, Peserta Lomba Asal Jawa Barat

“Kami ORARI Kabupaten Ciamis mengikuti kegiatan di Kabupaten Kulon Progo dalam rangka RDM atau lebih dikenal Pokhanting, walaupun eksepisi tapi alhamdulillah antusias Pokhanting khususnya penggemar radio di ORARI itu mencapai 126 peserta dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah,” ujar Redi Candra, Peserta Lomba Asal Jawa Barat.

Melalui kegiatan ini ORARI DIY berharap para anggotanya semakin terlatih dan siap diterjunkan untuk membantu komunikasi darurat.

Reporter: BAGAS 

Penyunting Artikl: USWATUN KH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *